Mengenal Maskot Piala Dunia 2018: Zabivaka

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zabivaka, Maskot Piala Dunia 2018. (fifa.com)

    Zabivaka, Maskot Piala Dunia 2018. (fifa.com)

    TEMPO.CO, JakartaPiala Dunia 2018, yang dijadwalkan berlangsung di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli, akan memakai maskot serigala berkacamata yang disebut Zabivaka. Namanya diambil dari bahasa Rusia yang berarti "Sang Pencetak Gol"

    Maskot ini dipilih sesuai hasil jajak pendapat masyarakat Rusia. Dari jutaan pemilih yang melakukan vote secara online, di laman FIFA pada 2016 lalu, 53 persen memilih Si Serigala ini. Zabivaka terpilih dengan mengalahkan calon lain, yakni Harimau (27 persen) dan Kucing (20 persen).

    Sosok maskot serigala yang terlihat sporty merupakan hasil kreasi seorang siswa sekolah desain bernama Ekaterina Bocharova.

    Pada 2016, saat peluncuran maskot ini, leganda Piala Dunia asal Brasil, Ronaldo, memujinya, "Maskot adalah duta yang bagus untuk memromosikan event dan memberi banyak kegembiraan di stadion. Saya sudah melihat hal itu sudah terjadi di Rusia sat melihat Zabivaka di atas panggung."

    Dalam laman resmi FIFA, dijelaskan filosofi yang memayungi sosok ini. Zabivaka dianggap sebagai penjelmaan sosok yang memesona, percaya diri, dan punya rasa sosial. "Sebagai pemain sepak bola dia mungkin yang termuda dalam timnya, tapi dia cepat, berani, berteknik, dan berkontribusi pada kemenangan tim."

    Lalu, mengapa Si Serigala Zabivaka itu memakai kacamata? Laman itu menulis, kacamata tersebut diyakininya bisa memberinya nilai tambah dalam akurasi di atas lapangan. Akurasi itu juga diharapkan jadi sisi yang bisa dimunculkan pemain yang tampil di Piala Dunia 2018.

    FIFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.