Selasa, 22 Mei 2018

Piala Dunia 2018: FIFA Bertemu Spanyol, Bahas Sanksi Pencoretan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pemain timnas Spanyol tak sengaja beradu kepala saat melawan Italia dalam laga penyisihan Grup G Pra Piala Dunia di Stadion Juventus, Turin, Italia, 6 Oktober 2016. REUTERS/Stefano Rellandini

    Dua pemain timnas Spanyol tak sengaja beradu kepala saat melawan Italia dalam laga penyisihan Grup G Pra Piala Dunia di Stadion Juventus, Turin, Italia, 6 Oktober 2016. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Ancaman pencoretan Timnas Spanyol dari Piala Dunia 2018 bukanlah isapan jempol. Wakil badan sepak bola dunia (FIFA) pada Senin lalu bertemu dengan wakil pemerintah Spanyol untuk membicarakan hal tersebut. Kedua pihak pun menyepakati bahwa perlu dilakukan klarifikasi lanjutan secepat mungkin terkait situasi di federasi sepak bola Spanyol (RFEF).

    Kabar soal ancaman itu mengemuka pada akhir tahun lalu. FIFA memperingatkan RFEF soal kemungkinan sanksi pencoretan dari Piala Dunia 2018 karena menilai ada intervensi pemerintah terhadap federasi itu.

    Kasus itu mencuat setelah Presiden RFEF Angel Maria Villar ditahan dalam perkara korupsi. Ia dipenjara selama dua minggu dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. Ia pun dipaksa mundur dari jabatannya yang didudukinya sejak 1988 digantikan dengan pejabat sementara. Dewan Olahraga Spanyol (CSD), yang dibentuk pemerintah, menyerukan pemilihan presiden baru.

    Nah, seruan itulah yang kemudian dianggap FIFA sebagai langkah intervensi, yang biasanya berbuah sanksi. Intervensi sejenis sebelumnya sempat membuat Indonesia terkena sanksi pembekuan.

    Untuk membicarakan kasus ini, pada Senin lalu, Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura bertemu Menteri Olahraga Spanyol Inigo Mendez de Vigo di Madrid, Presiden CSD Jose Ramon Lete, dan Presiden sementara RFEF Juan Luis Larrea.

    Rilis dari pemerintahan Spanyol menyebutkan bahwa pertemuan itu berlangsung dalam suasana dan semangat kerja sama. "Delegasi kedua belah pihak menyepakati bahwa klarifikasi perlu dilakukan secepat mungkin, juga solusi untuk situasi luar biasa yang terjadi di RFEF," demikian pernyataan mereka.

    Seusai pertemuan itu, Larrea menyatakan keyakinannya bahwa Spanyol tak akan dicoret dari Piala Dunia 2018. Ia yakin La Roja akan tetap bisa berlaga dan bersaing di Grup B, bersama Portugal, Spanyol, Maroko, dan Iran.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.