Sabtu, 17 November 2018

Deschamps, Jangkar Timnas Prancis untuk Menangi Piala Dunia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps, melihat anak asuhnya berlatih di Nantes, 29 Mei 2016. REUTERS/Stephane Mahe

    Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps, melihat anak asuhnya berlatih di Nantes, 29 Mei 2016. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, Jakarta - Didier Deschamps sudah menjalani kariernya sebagai pelatih selama 15 tahun di Monaco, Juventus, Marseille, dan kini Timnas Prancis. Mereka sebentar lagi akan tampil pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

    Pada masa lalu, Deschamps berterima kasih kepada  Aimé Jacquet, pelatih yang membawa ia, Zinedine Zidane, dan kawan-kawan di tim nasional berjuluk Les Bleus itu menjuarai Piala Dunia 1998 yang berlangsung di tempat mereka.

    Selain itu, Deschamps berterima kasih kepada pelatih asal Italia, Marcello Lippi, semasa ia menjadi pemain di klub raksasa Seri A Liga Italia, Juventus.

    Dua pelatih tersebut memberi banyak pengaruh dalam perjalanan karier kepelatihan Deschamps. Mantan gelandang jangkar Juventus dan Prancis itu menyebut dari Jacquet, ia belajar keahlian manajerial. Adapun dari Lippi soal taktik pertandingan yang cerdas.

    Selain menyerap banyak pelajaran dari dua pelatih senior itu, Deschamps juga belajar dari pengalaman sepanjang hidupnya sebagai pelatih di berbagai klub. “Kuncinya adalah tahu bagaimana beradaptasi,” kata Deschamps di Monaco, September lalu, seperti dikutip Guardian.

    “Beradaptasi dengan grup di mana kamu berada. Menyesuaikan diri dengan tempat bekerja. Adaptasi dengan lingkungannya. Ini penting: kemampuan beradaptasi. Jadi, kamu tahu kelemahan dan kekuatan yang ada di dalam grup,” Deschamps melanjutkan.

    Selama 15 tahun karier kepelatihannya di Monaco, Marseille, Juventus, dan bersama Prancis, Deschamps melakukan adaptasi itu.

    Sejumlah pemain tim nasional Prancis belum lahir ketika Deschamps memegang trofi Jules Rimet di Stade de France pada 1998. Karena itu, ia harus beradaptasi dengan mereka agar bisa meraih sukses bersama-sama di Piala Dunia 2018. “Peran seorang pemimpin kini jauh lebih kompleks,” katanya.

    Setelah gagal melewatkan kesempatan memenangi Piala Eropa 2016 yang berlangsung di negara mereka sendiri, dengan kalah melawan Portugal di final melalui perpanjangan waktu, Deschamps juga harus beradaptasi lagi dengan suasana Les Bleus pasca final Euro tersebut.

    “Ada kekecewaan besar di sana dan besar. Hal itu akan butuh waktu untuk melupakannya. Tapi, kami menang secara bersama, kami menderita bersama, dan hari ini, kami kalah bersama,” kata Deschamps seusai final Euro 2016.

    Pada 11 Oktober 2017 di Stade de France yang bersejarah tersebut , tim asuhan Deschamps memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Belarusia 2-1 pada partai Grup A kualifikasi Zona Eropa. Dua gol Prancis dicetak penyerang Antoine Griezmann dan Olivier Giroud.

    Sebagian besar pemain asuhan Deschamps sejak Euro 2016 masih patut dipertahankan seperti Griezman, Giroud –yang meraih kebangkitan kedua di Chelsea, gelandang andalan Paris Saint-Germain yang lagi cedera, Blaise Matuidi, pemain belakang Barcelona, Samuel Umtiti, dan kiper Hugo Lloris.

    Deschamps hanya butuh adaptasi lagi dengan suasana mental para anak-anak asuhannya setelah kekalahan pada final Euro dua tahun lalu di Prancis. Timnas Prancis ini termasuk lengkap kekuatannya. Deschamps tinggal membuat mereka lebih kukuh untuk bisa memenangi Piala Dunia 2018.

    GUARDIAN | SOCCERNET | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.