Kebangkitan Gundogan dan Pemain Keturunan Turki di Timnas Jerman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Ilkay Gundogan melakukan selebrasi usai menjebol gawang Basel dalam 16 Besar Babak Pertama Liga Champion di stadion St. Jakob-Park, Basel, Swiss, 13 Februari 2018. REUTERS

    Pemain Manchester City Ilkay Gundogan melakukan selebrasi usai menjebol gawang Basel dalam 16 Besar Babak Pertama Liga Champion di stadion St. Jakob-Park, Basel, Swiss, 13 Februari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilkay Gundogan mengisyaratkan siap membela Tim Nasional (Timnas) Jerman pada Piala Dunia 2018, setelah tampil gemilang saat tampil membela Manchester City di Liga Champions, Rabu 14 Februari 2018.

    Bertanding di Stadion St Jakob-Park, Basel, Swiss, pemain lini tengah tim nasional Jerman berdarah Turki itu mencetak dua gol dari kemenangan 4-0 Manchester City melawan Basel pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions.

    Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyanjung penampilan pemain berusia 27 tahun itu sebagai hal yang istimewa. Gundogan baru tampil lagi setelah istirahat sembilan bulan karena cedera.

    "Ilkay Gundogan adalah pemain yang luar biasa. Musim lalu, kami banyak kehilangan dia karena cedera enam bulan dan itu sebabnya kami puas. Hal itu tidak hanya karena kualitasnya tapi juga karakternya ketika tampil lagi,” kata Guardiola kepada BT Sport seperti dikutip BBC.

    Ada sejumlah pemain keturunan Turki dalam tim nasional Jerman asuhan pelatih Joachim Loew yang akan berjuang mempertahankan gelarnya di  Piala Dunia 2018. Selain Gundogan, di lini tengah Jerman ada Mesut Ozil dan Emre Can.

    Ozil telah menandantangani perpanjangan kontrak di klub Arsenal dan terus menjadi pemain andalan dari pelatih Arsene Wenger. Adapun Can kemungkinan besar akan berlabuh di Juventus setelah meninggalkan Liverpool.

    Ozil adalah generasi ketiga kaum imigram Turki yang menjadi warga negara Jerman. “Bakat mengontrol dan menendang bola saya dapatkan dari darah Turkiku. Tapi, disiplin berlatih teknik dan fisik serta semangat pantang menyerah aku dapatkan dari Jerman,” kata pria yang lahir di Gelsenkirchen, Jerman, 29 tahun lalu ini.

    Sedangkan Can, yang berusia enam tahun lebih muda dari Ozil, lahir di kota lainnya di Jerman, yaitu Frankfurt.

    Skuad tim nasional Jerman lebih berwarna dalam 20 tahun terakhir. Ada pemain keturunan Ghana, Afrika, yaitu Gerald Asamoah yang memperkuat lini depan tim nasional Jerman 2001-2006.

    Pada periode berikutnya ada Sami Khedira, pemain gelandang berdarah Tunisia yang membawa Jerman memenangi Piala Dunia 2014 bersama Ozil.

    Di antara para pemain Timnas Jerman yang berasal dari warga pendatang sekarang, para pemain keturunan Turki memang mendominasi. Karena selain Ozil dan Can, ada Gundogan yang menghuni tim nasional berjuluk Panser ini.

    Gundogan lahir di kota yang sama dengan Ozil pada 27 tahun lalu. Saudara sepupu Gundogan, yakni Naz Aydemir, menjadi pemain tim nasional bola voli putri Turki.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.