Italia Gagal ke Piala Dunia 2018, Presiden FIFA Nyaris Nangis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain timnas Italia tampak kecewa usai pemain timnas Spanyol Isco mencetak gol ketiga dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Madrid, 3 September 2017.  Italia yang mengalami kekalahan pertama mereka, tetap di posisi kedua dengan perolehan nilai yang tertinggal 3 poin  dari Spanyol. REUTERS/Sergio Perez

    Sejumlah pemain timnas Italia tampak kecewa usai pemain timnas Spanyol Isco mencetak gol ketiga dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Madrid, 3 September 2017. Italia yang mengalami kekalahan pertama mereka, tetap di posisi kedua dengan perolehan nilai yang tertinggal 3 poin dari Spanyol. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden badan sepak bola dunia (FIFA), Gianni Infantino, sangat terpukul dengan kegagalan Tim Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Ia semula berharap bisa menyerahkan trofi juara kepada Gianluigi Buffon.

    "Saya sedih, ya, saya sedih untuk Piala Dunia. Saya hampir menangis," kata Infantino, pria kelahiran Swiss dari orang tua imigran Italia, dalam sebuah wawancara dengan Gazzetta Dello Sport Italia, Kamis.

    Italia menjadi salah satu tim besar yang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, bersama Belanda dan Amerika Serikat. Azzurri tersingkir setelah kalah dalam laga ply-off melawan Swedia.

    "Saya pikir ini menjadi kesedihan kolektif," kata Infantino. "Kita berbicara tentang sebuah tim dengan tradisi besar yang biasa memberikan yang terbaik dalam ajang seperti ini. Tapi mereka yang berada di Rusia pantas lolos."

    Baca Juga: 
    Pemain Jerman Dapat Bonus Rp 3,5 M Bila Juara Piala Dunia 2018 
    Piala Dunia 2018: Ronaldo Sebut Lima Tim Favorit Juara
     
    Piala Dunia 2018: Maradona Kecam Timnas Argentina

    Infantino, yang menjadi Presiden setelah Sepp Blatter lengser karena skandal korupsi, menyatakan dengan kegagalan Italia lolos ke Rusia salah satu harapannya pun kandas. "Saya ingin memberi piala pada Buffon," kata pria 47 tahun ini.

    Namun, ia mengaku sudah melihat tanda-tanda negatif dari Italia sejak jauh hari. "Italia adalah yang nomor satu di dunia untuk organisasi, klub, pelatihan, struktur, makanan, taktik. Tapi kita kadang lupa bahwa tanpa kerja keras, bakat tidak cukup," kata dia. "Berapa banyak pemain muda mereka yang masuk ke tim utama?"

    Infantino berharap Italia segera bangkit. "Satu atau dua orang tidak dapat mengubah situasi ini. Dibutuhkan presiden yang kuat, didukung oleh semua pihak dan strategi jangka panjang: klub, liga, pemain. Setiap orang harus melangkah ke arah yang sama," kata dia.

    Ia berharap setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Italia bisa berkaca pada kasus Jerman pada era 90-an yang bangkit dari krisis, atau pada Inggris setelah tragedi Heysel. "Hari ini Jerman memenangkan Piala Dunia dan Konfederasi dengan pemain muda, dan Inggris adalah juara dunia U-17 dan U-20," kata Infantino.

    FIFA | REUTERS | FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto