Piala Dunia 2018: Moussa Sissoko, Primadona Lini Tengah Prancis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moussa Sissoko pencetak gol kelima ke gawang Swiss. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Moussa Sissoko pencetak gol kelima ke gawang Swiss. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Prancis memiliki sederet gelandang hebat untuk Piala Dunia 2018. Di lini tengah, pelatih Didier Deschamps bisa mengandalkan Paul Pogba, N'Golo Kante, Thomas Lemar, Tiemoue Bakayoko, dan Moussa Sissoko.

    Tapi, dari deretan pemain itu ada satu yang belakangan memikat hati Deschamps. Dialah gelandang Tottenham Hotspur, Moussa Sissoko.

    Pemain itu sempat kesulitan beradaptasi bersama Tottenham setelah dibeli dari Newcastle pada Agustus 2016. Tapi, musim ini dia mampu menjadi bagian penting dari lini tengah Spurs.

    Deschamps senang melihat perkembangan pemain 28 tahun itu. Ia berharap banyak pada pemain itu pada Piala Dunia nanti. "Anda harus lihat final Piala Eropa untuk mengetahui kemampuan dia," kata Deschamps.

    Ia menilai Sissoko berbeda dengan Kylian Mbappe atau Kingsley Coman. "Ia benar-benar pemain berbeda," kata Deschamps seperti dilansir Evening Standard. "Saya menyukainya. Dia bukan anak emas, tapi dia adalah tipikal seorang tentara."

    Deschamps juga menyoroti etos positif pemain ini. "Dia tak pernah mengeluh meski hanya bermain dua menit, 10 menit, 20 menit, atau menjadi starter," kata dia. "Sissoko disukai rekan setimnya dan ditakuti oleh musuh."

    Sissoko saat ini sudah tampil membela Prancis 53 kali. Sejak melakukan debut pada 2009, ia sudah mencetak dua gol.

    Pada Piala Dunia 2018, Sissoko cs akan tergabung di Grup C dalam Piala Dunia 2018. Mereka akan bersaing dengan Australia, Peru, dan Denmark.

    STANDARD | FIFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.