Sukses Pep di Manchester City, Inspirasi Tite di Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City  memegang tropi Piala Liga setelah berhasil mengalahkan Arsenal 3-0 pada pertandingan Final Piala Liga di Stadion Wembley, London, 25 Februari 2018.  Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    Pemain Manchester City memegang tropi Piala Liga setelah berhasil mengalahkan Arsenal 3-0 pada pertandingan Final Piala Liga di Stadion Wembley, London, 25 Februari 2018. Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Brasil, Tite, mengatakan sukses Pep Guardiola membawa Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris 2018 dan memimpin klasemen Liga Primer akan menjadi sumber inspirasinya di Piala Dunia 2018.

    Juara Piala Dunia lima kali ini akan kembali didukung para pemain dengan bakat-bakat istimewa untuk bertanding di Rusia, mulai Juni mendatang.

    Tapi, Tite menilai cara Manchester City untuk membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan lima bek patut mereka pelajari. “Manchester City adalah tim terbaik dalam membongkar lini belakang lima orang. Itulah sebabnya saya menonton pertandingan mereka.”

    “Mereka punya kesempatan melawan tim dengan lini belakang lima pemain pada setiap pertandingan. Kami hanya pernah berhadapan dengan Inggris. Jadi, kami tidak punya waktu untuk untuk mengembangkan solusi. Tim Rusia bulan depan akan menggunakan lima bek,” Tite melanjutkan.

    Pada Maret mendatang, Brasil dijadwalkan menjalani pertandingan persahabatan melawan tim tuan rumah Piala Dunia 2018 itu.

    Manchester City di bawah asuhan Gurdiola pada musim ini mendominasi Liga Inggris. Mereka memimpin klasemen Liga Primer dengan keunggulan 13 poin dan masih punya 11 pertandingan. Mereka juga berpeluang besar lolos babak perempat final Liga Champions setelah menang telak 4-0 melawan Basel pada pertemuan pertama.

    Sedangka Brasil akan mengawali pertandingannya di Grup E Piala Dunia 2018, Juni mendatang, melawan Swiss. Setelah itu, mereka menghadapi Kosta Rika dan Serbia.

    “Swiss akan menggunakan lima pemain belakang. Serbia sudah pernah melakukannya. Saya tak akan terkejut jika mereka memakainya lagi melawan kami. Jadi, kami perlu melakukan perubahan taktik,” kata Tite.

    Pelatih Brasil itu juga ingin menduetkan bintang baru City, Gabriel Jesus, dengan pencetak 22 gol Liverpool, Roberto Firmino, di lini depan. Sebelumnya, Tite terbiasa hanya memasang seorang penyerang.

    “Saya bisa melihat Firmino bermain dengan Jesus. Firmino aslinya seorang pemain nomor 10, yang selalu ingin bermain dengan pemain nomor 9,” kata Tite.

    “Di depan empat bek, (Philippe) Coutinho dan Neymar bisa bermain sebagai pengatur permainan di belakang dua penyerang. Hal itu bisa menjadi solusi melawan tim yang menumpuk pemain di belakang,” pelatih Brasil di Piala Dunia 2018 itu menambahkan.

    Brasil, menurut Tite, kekurangan alternatif jalan keluar menghadapi tim-tim yang beragam pada Piala Dunia sebelumnya. “Hal itu membawa kerugian besar buat kami.”

    MIRROR | EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.