Piala Dunia 2018: Jadi Komentator Televisi Rusia, Ini Bayaran Mou

Reporter

Editor

Hari Prasetyo

Pelatih Manchester United Jose Mourinho, meninggalkan pengadilan setelah menghadiri sidang tuduhan soal penipuan pajak di Spanyol di Pozuelo de Alarcon, Spanyol, 2 November 2017. Mourinho dituduh melakukan penipuan pajak sebesar 3.3 juta euro. REUTERS/Javier Barbancho

TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester United, Jose Mourinho, telah menandatangani kontrak untuk menjadi komentator buat jaringan televisi Rusia yang didanai negara, RT, buat keperluan Piala Dunia 2018, Juni mendatang.

Menurut tabloid The Sun, Mourinho akan menerima bayaran 1,71 juta pound sterling atau sekitar Rp 32,62 miliar sebagai pakar atau komentator televisi RT untuk empat hari.

Sedangkan Daily Mail mengabarkan Mourinhoho akan menerima bayaran 425 ribu pound sterling per perhari dari jaringan televisi tersebut, yang disebut tidak memiliki hak tayangan langsung Piala Dunia 2018.

Mourinho akan berada di Moskwa untuk pembukaan Piala Dunia 2018 selama empat hari sebelum kembali ke Manchester dan akan muncul lagi pada hari final melalui saluran satelit.

Mourinho akan bekerja sama dengan mantan kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel, untuk menjadi komentator dari seri tayangan menyongsong dan selama Piala Dunia 2018 berlangsung.

Berbicara kepada RT.com , Mourinho mengatakan ia menyambut secara antusias untuk menjadi bagian dari pergelaran olahraga terbesar di dunia itu pada musim panas mendatang.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim di RT," kata Mourinho. "Saya tidak sabar untuk menghadiri Piala Dunia di Russia musim panas ini dan membagikan padangan saya terhadap pertandingan.”

Pemimpin Redaksi RT, Margarita Simonyan, mengatakan, “Kami terus mengusahakan tim impoian RT. Sekarang kami punya seorang pelatih.”

Keputusan Mourinho untuk menandatangani kontrak dengan jaringan televisi yang didanai pemerintah Rusia itu, yang sebelumnya bernama Russia Today, mendapat sorotan. Jaringan televisi ini mendapat kritik sejak berdiri pada 2005.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah meresmikan jaringan televisi baru itu sebagai siaran alternatif Rusia terhadap BBC dan CNN. RT kini menjadi perhatian setelah merekrut Mourinho secara temporer buat keperluan Piala Dunia 2018.






Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

4 jam lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

6 jam lalu

Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

Perintah Putin agar petani mengikuti wajib militer ini meningkatkan risiko untuk panen Rusia pada 2023.


Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

6 jam lalu

Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

Zelensky menelepon Stoltenberg setelah pemungutan suara yang dilangsungkan di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.


Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

6 jam lalu

Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

Bulgaria, Polandia, dan Estonia mengeluarkan seruan kepada warganya untuk segera tinggalkan Rusia


Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

7 jam lalu

Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

Tiga bank Turki yang masih memproses pembayaran dengan bank Rusia, dikonfirmasi menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

7 jam lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

8 jam lalu

Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

Presiden Volodymyr Zelensky mengecam pemungutan suara sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Moskow untuk bergabung dengan Rusia.


Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

9 jam lalu

Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut tindakan tersebut sangat melanggar konstitusi dan hukum Ukraina, serta norma hukum internasional dan kewajiban internasional Rusia.


Pria Rusia Ogah Perang ke Ukraina, Tembaki Kantor Wajib Militer hingga bakar Diri

14 jam lalu

Pria Rusia Ogah Perang ke Ukraina, Tembaki Kantor Wajib Militer hingga bakar Diri

Sejak Presiden Putin mengumumkan mobilisasi militer ke Ukraina, banyak pria Rusia yang menolak dan mencari cara menghindarinya.


Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

15 jam lalu

Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

Taliban mendapatkan harga murah dari Rusia untuk BBM dan gandum. Kedua pihak telah meneken kesepakatan.