Piala Dunia 2018: FIFA Rencanakan Panduan Perjalanan Fans Muslim

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi warga Iran setelah timnas mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. (twitter/@PressTV)

    Selebrasi warga Iran setelah timnas mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. (twitter/@PressTV)

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana untuk mengeluarkan panduan perjalanan bagi 100 ribu penggemar sepak bola Muslim yang diperkirakan hadir di Rusia selama Piala Dunia 2018 berlangsung. Panduan itu akan merinci lokasi masjid, restoran halal, dan informasi tentang waktu shalat.

    Ada tujuh tim sepak bola dari negara Muslim yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, mulai 14 Juni mendatang, yaitu Arab Saudi, Mesir, Maroko, Iran, Tunisia, Senegal, dan Nigeria.

    Arab Saudi akan menjalani pertandingan pertama pada pembukaan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskwa, 14 Juni, yaitu melawan tuan rumah Rusia. Pertandingan tersebut bertepatan dengan akhir bulan puasa Ramadhan, yang ditandai dengan hari pertama perayaan Idul Fitri.

    Selama mengikuti Piala Dunia 2018 di Rusia, Mesir memilih Chechnya sebagai tempat mereka. Di wilayah tersebut, pemeluk agama Islam memang menjadi mayoritas.

    Sedangkan pada 20 Juni 2018, Iran akan bertanding melawan Spanyol di Kazan, ibukota Tatarstan, yang penduduknya mayoritas Muslim. Di kota tersebut ada sekitar 50 masjid.

    Sekretaris Jenderal FIFA, Fatma Samoura, yang juga warga Muslim dari Senegal, mengatakan kepada Arab News bahwa badan sepak bola dunia berusaha semaksimal mungkin membuat penggemar sepak bola yang Muslim merasa nyaman selama mengikuti Piala Dunia 2018 di Rusia.

    “Piala Dunia tahun ini akan menampilkan tujuh tim yang memiliki mayoritas pemain Muslim dan sebagian penggemar akan puasa selama bulan Ramadhan, yang berakhir tepat sebelum pertandingan pembukaan,” kata Samoura.

    “Kami di FIFA ingin memastikan bahwa semua warga Muslim, baik itu pemain, staf, maupun penggemar, punya semua informasi yang mereka butuhkan, seperti makanan halal atau tempat shalat,” wanita Sekjen FIFA itu melanjutkan.

    RT | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.