Piala Dunia 2018, Menlu Rusia Ancam Cabut Lisensi Media Inggris

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Inggris Harry Kane, melakukan tendangan yang berusaha dihadang pemain Lithuanis Edvinas Girdvainis pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion LFF, Vilnius, Lithuania, 8 Oktober 2017. AP

    Penyerang Inggris Harry Kane, melakukan tendangan yang berusaha dihadang pemain Lithuanis Edvinas Girdvainis pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion LFF, Vilnius, Lithuania, 8 Oktober 2017. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengancam akan mencabut lisensi media-media Inggris yang meliput ajang Piala Dunia 2018. Ancaman itu keluar setelah hubungan kedua negara memanas akibat tewasnya agen mata-mata ganda Sergei Skripai dan anaknya di Salisbury, Inggris, beberapa waktu lalu.

    Inggris mencurigai Rusia berada di balik tewasnya Skripai, 66 tahun, yang merupakan agen Rusia sebelum akhirnya membelot ke Inggris.Akibat masalah ini Regulator Penyiaran Independen Inggris, Ofcom, memberikan peringatan bahwa mereka akan membekukan hak siar media Rusia Today di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Peringatan Ofcom itu dibalas dengan ancaman untuk mencabut lisensi media-media Inggris yang akan meliput ajang Piala Dunia 2018.

    Baca: Piala Dunia 2018: Wakil Pemerintahan Inggris Tolak Pergi ke Rusia

    "Saya bisa katakan kepada anda sekarang bahwa tak satu pun media Inggris akan bekerja di negara kami jika mereka menutup RT (Rusia Today)," ujar Zakharova dalam wawancara dengan stasiun televisi Rossiya 1.

    Sebelumnya Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan tidak ada keluarga kerajaan ataupun petinggi negara mereka yang akan berangkat ke Rusia untuk menghadiri Piala Dunia 2018.

    "Tak akan ada kehadiran dari Kementerian ataupun anggota keluarga kerajaan di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Pemerintah Rusia bersalah atas percobaan pembunuhan itu," kata May dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Sky Sports.

    Hal ini membuat Pangeran William yang menjabat sebagai Ketua Federasi Sepakbola Inggris (FA) juga dipastikan tak akan berangkat ke Rusia. Tak hanya pada Ketua FA, May juga mengatakan hal ini akan menghambat pada pejabat FA lain yang harus berangkat ke Rusia.

    "Saya yakin mereka akan mempertimbangkan posisi mereka. Kehadiran di sebuah perhelatan adalah masalah bagi pihak penyelenggara, itu urusan mereka," kata May.

    Baca juga: Desakan Menguat, Apakah Inggris Jadi Boikot Piala Dunia 2018?

    Pihak FA sendiri mengatakan akan tetap berkomunikasi dengan pihak pemerintah Britania dan otoritas terkait. Mereka pun belum memutuskan langkah lanjutan atas pernyataan Theresa May.

    "Prioritas kami untuk seluruh pertandingan Inggris adalah memastikan keamanan bagi fan, pemain, dan para staf," tulis pernyataan resmi FA.

    Atas pernyataan Theresa May itu, muncul desakan yang cukup kencang agar Timnas Inggris juga ikut memboikot Piala Dunia 2018.

    ESPNFC|SKY SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.