Gandeng DNAFit, Timnas Mesir Cari Genetika Terbaik Mo Salah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya pemain Liverpool, Mohamed Salah saat berselebrasi setelah mencetak gol keempat dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Watford di Anfield, Inggris, 17 Maret 2017. Salah menyumbang 4 gol sekaligus saat Liverpool mengalahkan Watford 5-0. REUTERS

    Gaya pemain Liverpool, Mohamed Salah saat berselebrasi setelah mencetak gol keempat dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Watford di Anfield, Inggris, 17 Maret 2017. Salah menyumbang 4 gol sekaligus saat Liverpool mengalahkan Watford 5-0. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Mesir berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1990 pada pergelaran di Rusia, mulai 14 Juni 2018. Hal itu juga berkat kerja sama Asosiasi Sepak Bola Mesir dan perusahaan teknologi berbasis di London, Inggris, DNAFit.

    Baca: Piala Dunia 2018: 6 Laga Uji Coba Jumat Ini, Ronaldo Vs Salah

    Perusahaan DNAFit akan berusaha memastikan Mohamed Salah dan rekan-rekannya di tim nasional Mesir menikmati kemungkinan terbaik di Piala Dunia 2018. Hal itu berdasarkan bagaimana susunan genetika pemain menjadi kunci dari rencana latihan individu yang dirancang secara unik.

    Hubungan dengan sepak bola Mesir diawali dengan kerja sama di antara DNAFit dan  Martin Jol, ketika Jol menjadi manajer di klub yang bermarkas di Kairo, Al Ahly, pada 2016.

    ADVERTISEMENT

    Craig Pickering, mantan atlet lari jarak pendek Inggris, yang memimpin departemen ilmu olahraga di DNAFit, mengatakan kepada Independent Sport bahwa detail genetika yang digali tentang Salah dan para rekan satu timnya dapat memainkan peranan penting untuk memastikan kesiapan Mesir melawan Uruguay pada laga perdana mereka di Piala Dunia, 15 Juni 2018.

    “Ini adalah area baru. Kami hanya benar-benar memiliki kemampuan untuk menguji genetika orang dengan benar selama sekitar 15 tahun dan hal itu telah turun secara signifikan dalam 10 tahun terakhir untuk membuatnya lebih layak,” kata Pickering.

    Berdasarkan pengetahuan genetika itu, ia mencontohkan, dengan program latihan yang sama kepada dua orang, dapat diketahui atlet yang mana yang bisa berkembang lebih baik.

    Baca: Sambut Piala Dunia 2018, Mesir Gelar Pemusatan Latihan di Zurich

    Pada masa mendatang, Pickering mengatakan akan mungkin untuk menentukan individu mana yang lebih berpeluang menjadi atlet hebat sebelum mereka menekuni kariernya di atletik atau sepak bola. Hal itu berdasarkan pembacaan genetika masing-masing dari mereka.

    DNAFit sudah bekerja sama dengan sejumlah klub olahraga papan atas dunia di Inggris dan Eropa. Mereka juga bermitra dengan klub rugby terkemuka dari Afrika Selatan, Bryan Habana.

    INDEPENDENT

          


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?