Piala Dunia 2018: Suporter Tim Australia Diimbau Jangan Pergi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Australia Tim Cahill, melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol kegawang Kosta Rika pada pertandingan persahabatan di Sydney (19/11). REUTERS/David Gray

    Pemain Australia Tim Cahill, melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol kegawang Kosta Rika pada pertandingan persahabatan di Sydney (19/11). REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Jakarta - Suporter sepak bola timnas Australia diimbau pemerintahnya untuk berpikir berulang kali sebelum memutuskan terbang ke Rusia guna mendukung perjuangan tim Cahill dan kawan-kawan selama bertanding di Piala Dunia pada 14 Juni-15 Juli 2018.

    Baca: Australia Pertimbangkan untuk Boikot Piala Dunia 2018

    Peringatan tersebut menyusul ketegangan hubungan diplomatik di antara Australia dan Rusia sebagai dampak dari percobaan pembunuhan mantan agen mata-mata Sergei Skripal di Inggris, Maret 2018.

    Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia beberapa kali membantah tuduhan bahwa mereka berada di belakang aksi percobaan pembunuhan kepada Skripal. Namun, lebih dari 20 negara mengusir diplomat Rusia dengan tuduhan kegiatan mata-mata dari negara mereka masing-masing, termasuk dua diplomat Rusia di Australia.

    ADVERTISEMENT

    Rusia kemudian membalasnya dengan mengusir 59 diplomat mancanegara di wilayah tuan rumah Piala Dunia 2018 itu, termasuk dua dari Australia.

    “Disebabkan ketegangan politik yang meningkat, Anda seharusnya lebih waspada terhadap kemungkinan sentimen anti-Barat atau pelecehan,” kata pemerintah Australia sebagaimana yang dikutip News.com.au, Senin, 2 April 2018.

    Deputi Perdana Menteri Australia Michael McCormack juga menasehati suporter tim nasional mereka yang ingin pergi ke Rusia agar mempertimbangkan rencananya berulang kali.

    Dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Barat berusaha menghentikan negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 pada musim panas ini.

    Menurut kantor berita Sputnik International, Senin, 2 April, arus suporter sepak bola mancanegara akan tetap mengalir ke Rusia. Setidaknya 300 ribu suporter akan datang mengunjungi wilayah Rostov, seperti dijelaskan deputi gubernur wilayah tersebut, Yuri Molodchenko, dalam acara pariwisata di Kota Rostov, Jumat lalu.

    Baca: Piala Dunia 2018: WAGs Berencana Sewa Petugas Keamanan...

    Molodchenko juga mengatakan perwakilan Negara Korea Selatan, Swiss, dan Arab Saudi sudah melakukan konfirmasi untuk hadir dalam acara Piala Dunia 2018 di wilayah Rostov.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.