Main di Liga Cina, Witsel Harus Kerja Keras Demi Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Belgia, Axel Witsel (kanan) berduel di udara dengan pemain Italia, Eder dalam laga persahabatan di stadion Raja Baudouin, Brussels, Belgia, 14 November 2015. Belgia berhasil mengalahkan Italia 3-1. AP/Geert Vanden Wijngaert

    Pemain Belgia, Axel Witsel (kanan) berduel di udara dengan pemain Italia, Eder dalam laga persahabatan di stadion Raja Baudouin, Brussels, Belgia, 14 November 2015. Belgia berhasil mengalahkan Italia 3-1. AP/Geert Vanden Wijngaert

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang timnas Belgia, Axel Witsel, mengaku butuh berlatih dengan lebih keras untuk bisa beradaptasi dengan timnas Belgia menjelang Piala Dunia 2018. Witsel kini tengah bermain untuk klub Liga Super Cina, Tianjin Quanjian, di saat rekan-rekan satu timnya di timnas Belgia tengah membela klub-klub besar di liga Eropa.

    "Saat saya kembali (ke Belgia), saya butuh beradaptasi dengan tingkat permainan dari timnas Belgia, karena tingkatnya 10 kali lebih tinggi di sana. Bahkan di saat sesi latihan," kata Witsel, Rabu, 11 April 2018.

    menurut Witsel, selama bermain di Tianjin, ia selalu berlatih dengan keras agar performanya tidak lekas menurun saat bermain dengan Belgia di Piala Dunia nanti. Karena bagi Witsel, bermain untuk timnas merupakan salah satu ambisinya untuk berkarier di dunia sepak bola.

    "Saya juga telah melakukan hal ini kala saya bermain untuk klub di Liga Rusia. Kompetisi di Rusia jelas lebih baik daripada kompetisi di Cina, tapi tidak sebanding dengan kompetisi di Inggris ataupun Jerman, jadi saya harus tetap melakukan adaptasi," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Sebelum berlabuh di Tianjin Quanjian pada Januari 2017, Witsel juga pernah membela Zenith St. Petersburg selama lima musim. Di Zenith, bakat Witsel sempat dilirik oleh klub-klub besar di liga Eropa hingga akhirnya ia memilih untuk berkarier di Liga Super Cina.

    Di timnas Belgia, Witsel bakal berlaga dengan pemain bintang, seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne. Mengetahui rekan mainnya di timnas, Witsel yakin dapat memberikan yang terbaik di Piala Dunia 2018 pada Juni mendatang.

    "Pertama-tama, kami harus mencoba untuk bisa tampil lebih baik dari penampilan kami di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 di Prancis kemarin," ujar Witsel.

    Baik di ajang Piala Dunia maupun Piala Eropa kemarin, timnas Belgia sama-sama terhenti di babak perempat final. Pada Piala Dunia 2014, Belgia harus rela dihentikan oleh Argentina dengan kekalahan skor 0-1. Sementara pada Piala Eropa 2016, secara mengejutkan, Belgia ditaklukkan oleh Wales dengan skor kekalahan 1-3.

    Sedangkan pada Piala Dunia 2018 yang bakal digelar di Rusia pada Juni mendatang, timnas Belgia akan tergabung ke dalam Grup G untuk bersaing bersama Panama, Tunisia, dan Inggris di fase penyisihan grup.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.