Nishino Akan Kembalikan Gaya Menyerang Jepang di Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain timnas Jepang berselebrasi merayakan kemenangannya atas Arab Saudi dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Saitama Stadium, Jepang, 15 November 2016. Jepang berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Arab Saudi. Atsushi Tomura/Getty Images

    Para pemain timnas Jepang berselebrasi merayakan kemenangannya atas Arab Saudi dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Saitama Stadium, Jepang, 15 November 2016. Jepang berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Arab Saudi. Atsushi Tomura/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih baru timnas Jepang, Akira Nishino, mengatakan pada Kamis 12 April bahwa dia berharap kembalinya taktik menyerang dapat membantu memperbaiki hubungan antara pemain dan staf menjelang Piala Dunia 2018.

    Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) menunjuk Nishino sebagai bos "Blue Samurai" minggu ini setelah keputusan mengejutkan untuk memecat Vahid Halilhodzic asal Bosnia dua bulan sebelum Piala Dunia Rusia 2018.

    Nishino telah menjadi direktur teknik JFA sejak 2016 dan memiliki hubungan dengan para pemain dan memahami pengaturan yang penting mengingat bahwa putaran final sudah dekat, kata JFA.

    Tapi Nishino mengatakan pemecatan Halilhodzic membuatnya bingung.
    "Pada saat pemecatan saya pasti ingin mendukung Halilhodzic, seperti biasa," kata Nishino, yang tampak gelisah selama pertemuan pertamanya dengan media sebagai pelatih kepala.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Piala Dunia 2018: Jepang Tunjuk Nishino Gantikan Halilhodzic

    "Di sisi lain, mengingat situasi tim dan kesenjangan komunikasi, saya berpikir tentang bagaimana memperbaiki situasi tim secara drastis sehingga saya sangat bingung tentang keputusan itu," katanya.

    Nishino, 63, duduk di sebelah Kozo Tashima, sosok yang bertanggung jawab atas pemecatan itu.

    Nishino yang membuat 12 penampilan sebagai pemain untuk Jepang dan mengatakan dia bingung dengan keputusan JFA memecat Halilhodzic karena apa yang dikatakannya adalah kesenjangan komunikasi yang tidak dapat diperbaiki antara pemain dan pelatih kepala.

    "Saya merasa celah semacam ini (antara pemain dan pelatih) sulit untuk diisi dan para pemain tidak bisa memenuhi tuntutan manajer sebelumnya," kata Nishino.

    Nishino, yang terkenal di Jepang untuk melatih tim nasional setelah kemenangan atas Brasil di Olimpiade 1996 Atlanta, juga berbicara tentang keinginan untuk memainkan model sepak bola menyerang di Piala Dunia tahun ini.

    Para pemain Jepang diyakini marah dengan gaya permainan Halilhodzic yang lebih negatif.

    "Jika memungkinkan saya ingin bertarung secara ofensif dan para pemain ingin bertarung dengan semangat yang sama," katanya.

    Nishino akan memiliki tiga pertandingan persahabatan dimulai dengan melawan Ghana pada akhir Mei untuk membuktikan filosofinya mendekati para pemain sebelum Piala Dunia 2018. Jepang masuk di Grup H bersama Kolombia, Polandia dan Senegal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...