Selasa, 22 Mei 2018

4 Hasil Pertandingan yang Mengejutkan dalam Sejarah Piala Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain timnas Brasil, Neymar saat melawan Jerman dalam partai final turnamen sepak bola di ajang Olimpiade Rio 2016 di Brasil, 20 Agustus 2016. AP Photo/Andre Penner

    Aksi pemain timnas Brasil, Neymar saat melawan Jerman dalam partai final turnamen sepak bola di ajang Olimpiade Rio 2016 di Brasil, 20 Agustus 2016. AP Photo/Andre Penner

    TEMPO.CO, Jakarta - Piala Dunia ibarat panggung teater yang tak henti menghadirkan drama menarik. Legenda sepak bola Brasil, Pele, mengibaratkan turnamen sepak bola empat tahunan itu sebagai sebuah kotak yang penuh dengan kejutan.

    Di ajang ini, kejutan sangat mungkin terjadi. Tim gurem, yang tak dipandang sebelah mata, bisa tiba-tiba menghadirkan kejutan dengan menjungkalkan tim yang lebih diunggulkan. Dalam sejarah Piala Dunia hal seperti itu sudah sering terjadi.

    Inilah empat kejutan yang pernah terjadi:

    Jerman 7-1 Brasil 
    (Semifinal Piala Dunia 2014 di Brasil)

    Meski kala itu Selecao tak diperkuat Neymar dan Thiago Silva, namun masih banyak yang mengira bahwa Brasil dapat memenangkan laga tersebut karena mereka bakal tampil di hadapan pendukungnya di Stadion Mineirazo, Brasil.

    Namun saat laga baru berjalan 11 menit, Thomas Muller memulai pesta gol Jerman ke gawang Brasil yang kala itu dikawal oleh Julio Cesar. Serangkaian gol pun datang kembali melalui kaki Miroslav Klose (menit ke-23), Toni Kroos (24; 26), dan Sami Khedira (29). Babak pertama berakhir, Selecao telah tertinggal 5-0.

    Di babak kedua, Brasil belum mampu melakukan perlawanan. Malahan, Jerman berhasil menambah keunggulan melalui gol Andre Schurrle di menit 69 dan 79. Brasil pun baru bisa mencetak gol hiburan di akhir laga melalui gol dari Oscar.

    Hasil itu menjadi kekalahan terbesar Selecao dari tim manapun sejak 1920. Pele menilai hasil laga itu sebagai sebuah bencana bagi sepak bola Brasil. Sementara pelatih Brasil saat ini, Tite, mengakui bahwa kala itu Jerman memang tampil dengan luar biasa.

    "Semua peluang yang diciptakan Jerman bisa berbuah menjadi gol," ujar Tite Maret lalu. "Hal itu tidak bisa terjadi, bahkan di video game sekalipun."

    Baca: Pele Ingin Neymar Tebus Dosa di Piala Dunia 2018

    Belanda 5-1 Spanyol
    (Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2014 di Brasil)

    Spanyol kala itu adalah juara bertahan Piala Dunia 2010 usai sukses menaklukkan Belanda di partai final. Dengan skuad yang tak banyak berubah, Tim Matador kembali diunggulkan di Piala Dunia 2014.

    Di ajang tersebut, Spanyol kembali berjumpa dengan Belanda di pertandingan pertama di babak penyisihan grup. Tim Matador sempat unggul lebih dulu lewat gol penalti dari Xabi Alonso di menit ke-27.

    Namun sebelum babak pertama berakhir, Belanda berhasil menyamakan kedudukan melalui gol cantik dari sundulan Robin van Persie sembari terbang, yang memanfaatkan umpan dari Daley Blind. Berkat gol itu, van Persie sempat dijuluki sebagai "The Flying Dutchman".

    Di babak kedua, skuad Oranye kian ganas. Diawali dengan gol dari Arjen Robben pada menit ke-53, pesta gol Belanda pun berlanjut melalui Stefan de Vrij (64), van Persie (72), dan ditutup melalui gol kedua Robben yang kembali bisa mengelabui kiper Spanyol kala itu, Iker Cassilas.

    Baca: Piala Dunia 2018: Punya Ronaldo, Portugal Tak Merasa Jadi Favorit

    Senegal 1-0 Prancis
    (Penyisihan Grup A Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

    Kala itu Prancis adalah juara bertahan Piala Dunia 1998. Meski tak diperkuat gelandang andalannya kala itu, Zinedine Zidane, skuad Les Blues tetap difavoritkan untuk bisa jadi juara di Piala Dunia 2002.

    Namun begitu, kala Prancis melakoni laga pertamanya kontra Senegal di fase penyisihan grup, secara mengejutkan, skuad Les Bleus harus menelan kekalahan. Adalah gol tunggal dari Papa Boupa Diop yang bisa membuat Senegal unggul.

    Nahas, nasib Prancis di turnamen kala itu memang kurang mujur. Setelah melakoni dua laga lagi kontra Denmark dan Uruguay, skuad Les Blues harus rela menghuni posisi bontot di Grup A tanpa pernah mencetak satu gol pun. Sementara Senegal berhasil melaju ke babak 16 besar usai berhasil menghuni posisi kedua di fase grup.

    Baca: Piala Dunia 2018: Dijagokan Putin, Ini Kata Pelatih Timnas Rusia

    Korea Selatan 2-1 Italia
    (Babak 16 Besar Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

    Dengan nama-nama besar seperti Buffon, Maldini, Totti, Vieri, dan Del Piero, timnas Italia jelas menjadi tim unggulan di ajang Piala Dunia 2002. Namun selaku tuan rumah, Korea Selatan tidak ingin kalah begitu saja kala bertemu skuad Gli Azzuri di partai 16 besar. Di bawah asuhan Guus Hiddink, tim berjulukan Macan Asia itu mengamuk.

    Korea Selatan sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Christian Vieri saat laga baru berjalan selama 18 menit. Setelah gol cepat itu, layaknya sepak bola Italia, Gli Azzuri memilih untuk bermain bertahan.

    Hingga jelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-88, Korea Selatan berhasil mencetak gol melalui tendangan Seoul Ki-hyeon. Skor 1-1, laga pun harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

    Mengetahui tim lawan memiliki kiper sekelas Buffon, Korea Selatan pun ingin menghindari drama adu penalti. Karena itu, mereka terus tampil menekan hingga Francesco Totti harus diganjar dengan hukuman kartu merah.

    Serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Macan Asia pun tidak sia-sia. Di menit ke-117, penyerang Korea, Ahn Jun-hwan, yang juga sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama pertandingan, berhasil mencetak gol kemenangan bagi Macan Asia. Melalui sistem golden goal, pertandingan pun dihentikan, dan Korea berhasil memenangkan laga panas itu.

    Secara mengejutkan, Korea, yang kala itu masih diasuh Guus Hiddink, berhasil melaju hingga ke babak semifinal, meski harus rela kalah dari Turki di laga perebutan juara ketiga.

    Baca: FIFA Umumkan Wasit Piala Dunia 2018, Tak Ada dari Inggris

    Kejutan-kejutan serupa sangat mungkin akan terjadi pada Piala Dunia 2018, yang akan berlangsung di Rusia, pada 14 Juni hingga 15 Juli mendatang. Kita tunggu saja.

    WORLD SOCCER | SOCCERWAY


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.