Piala Dunia 2018: Kekhawatiran Timnas Jerman Menuju Rusia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Jerman, Sandro Wagner menyundul bola dalam hadangan sejumlah pemain timnas Brasil dalam pertandingan uji coba menjelang Piala Dunia di Olympiastadion, Berlin, Jerman, 27 Maret 2018. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Pemain timnas Jerman, Sandro Wagner menyundul bola dalam hadangan sejumlah pemain timnas Brasil dalam pertandingan uji coba menjelang Piala Dunia di Olympiastadion, Berlin, Jerman, 27 Maret 2018. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Jerman lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan rekor meyakinkan. Mereka memenangi semua pertandingan dan mencetak 43 gol. Tapi, kini mereka harus menghadapi kenyataan yang cukup mengkhawatirkan.

    Baca: Piala Dunia 2018: Timnas Jerman Kehilangan Salah Satu Strikernya

    Juara Piala Dunia 2014 ini belum sekalipun meraih kemenangan sejak dinyatakan lolos kualifikasi untuk berlaga di Rusia.

    Mereka hanya mendapat hasil imbang melawan Inggris, Prancis, dan Spanyol pada laga persahabatan. Tapi, mereka kalah melawan Brasil, yang mengakhiri rekor tidak terkalahkan mereka pada2 pertandingan.

    ADVERTISEMENT

    Jelas kondisi tersebut menjadi kekhawatiran  Jerman. Padahal, mereka berambisi untuk mempertahankan gelar juara dunia, seperti yang berhasil ditorehkan Brasil pada 1962.

    “Kami tidak sebaik yang kami inginkan atau tidak seperti yang kami kira,” ujar pemain lini tengah Jerman, Toni Kroos. “Masih banyak hal yang harus ditingkatkan.”

    Namun, rentetan hasil yang mengecewakan pada laga persabatan tersebut, dapat menjadi berkah tersendiri untuk tidak lengah atau terlena ketika berlaga di Piala Dunia 2018 nanti.

    “Saya tidak khawatir. Pada 2014 dan 2010, kami juga menelan kekalahan di bulan Maret,” ujar Joachim Low, pelatih Jerman. “Anda dapat yakin bahwa kami akan lebih baik.”

    Tugas pertama anak asuhan Joachim Low adalah memastikan mereka harus menjuarai Grup F Piala Dunia 2018. Hal itu guna menghindari tim seperti Brasil pada babak 16 besar.

    Berikut gambaran kondisi terakhir Timnas Jerman.

    Pelatih:

    Joachim Low pernah menjadi asisten dari Juergen Klinsmann ketika Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 dan merebut peringkat ketiga. Low kemudian dipromosikan menjadi pelatih kepala setelah Klinsmann mengundurkan diri.

    Low menerapkan gaya bermain yang mengandalkan penguasaan bola dengan tempo yang cepat, menekan lawan untuk kembali mendapatkan bola, dan mempercepat peralihan dari bertahan menjadi menyerang.

    Pelatih berusia 58 tahun tersebut berhasil menunjukan perkembangan yang stabil sejak menjadi pelatih kepala. Ia membawa timnya mencapai final  Piala Eropa 2008, peringkat ketiga Piala Dunia 2010, semifinal Piala Eropa 2012, dan akhirnya menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil.

    Meski kemudian gagal di semifinal Piala Eropa 2016, Low dianggap sudah membentuk skuad yang mumpuni yang berisikan pemain-pemain muda bertalenta.

    Low berhasil membawa Jerman memenangi Piala Konfederasi pada tahun lalu, sebagai bekal awal dalam usahanya mempertahankan gelar di Rusia.

    Kiper:

    Kekhawatiran timnas Jerman saat ini adalah masalah kebugaran kapten tim, Manuel Neuer. Kiper Bayern Munchen tersebut mendapat cedera di kaki kirinya pada September lalu dan belum sekalipun tampil bertanding pada musim ini.

    Marc-Andre Ter Stegen paling berpeluang untuk menjadi kiper utama jika Neuer tidak kunjung bugar. Kiper Barcelona tersebut  membawa Jerman menjuarai Piala Konfederasi tahun lalu.

    Kiper Bayer Leverkusen, Bernd Leno, dan kiper PSG, Kevin Trapp, juga dapat menjadi pilihan. Selain itu, nama Sven Ulreich muncul setelah tampil cukup impresif musim ini mengawal gawang Munchen ketika Neuer cedera.

    Belakang:

    Jerome Boateng harus berjuang untuk kembali bugar demi mendapat tempat di skuad utama. Ia mendapat cedera paha di semifinal Liga Champions melawan Real Madrid pada semifinal pertama 2018.

    Rekan setim di Munchen, Niklas Suele, dianggap mampu menggantikan Boateng dalam berpasangan dengan Mats Hummels di jantung pertahanan.

    Sedangkan Joshua Kimmich hampir pasti mengisi posisi bek kanan. Demikian juga Jonas Hector di bek kiri, meski musim ini, ia harus mengalami degradasi bersama FC Koln.

    Tengah:

    Toni Kroos akan tetap menjadi andalan di lini tengah. Pemain Real Madrid tersebut menjadi motor penggerak serangan Jerman. Kroos akan berpartner dengan gelandang Juventus, Sami Khedira, yang bermain lebih bertahan.

    Keduanya akan menunjang Mesut Ozil yang bermain lebih menyerang dengan didukung Thomas Mueller dan Marco Reus di kedua -sisi sayap. Khusus utnuk Marco Reus, belakangan ia mampu membuktikan kebugarannya bersama Borussia Dortmund, setelah berhasil pulih dari rangkaian cedera berkepanjangan.

    Selain itu, Jerman memiliki beberapa nama yang tidak kalah mentereng yang dapat menjadi opsi dilini tengah. Mereka adalah Ilkay Gundogan, Leon Goretzka, Leroy Sane, Julian Draxler, Julian Weigl, dan Julian Brandt.

    Depan:

    Timo Werner hampir dipastikan mengisi posisi penyerang tunggal. Meski tidak begitu rajin mencetak gol di tingkat klub musim ini, pemain 22 tahun tersebut telah meonreh 7 gol dalam 12 pertandingan di level internasional.

    Ia punya kemampuan memanfaatkan ruang dan pergerakannya yang lincah dapat bemanfaat bagi tim nasional.

    Low kemungkinan akan memanggil salah satu dari Mario Gomez atau Sandro Wagner sebagai pilihan yang lebih berpengalaman untuk Werner.

    Adapun Mario Goetze adalah pilihan lain untuk bermain di depan. Hal itu akan terjadi, jika dia dipanggil kembali setelah mengalami musim mengecewakan bersama Dortmund. Goetze mencetak gol kemenangan bagi Jerman untuk mengalahkan Argentina di final 2014.

    Fase Grup:

    Jerman akan memulai Piala Dunia 2018 dengan melawan Meksiko di Stadion Luzhniki, Moskow, pada 17 Juni.

    Baca: 4 Tim Debutan yang Tampil Mengejutkan di Piala Dunia

    Mereka kemudian akan berhadapan dengan Swedia pada 23 Juni, sebelum menutup partisipasi di Grup F melawan Korea Selatan di Kazan, em pat hari kemudian.

    FOX SPORTS | ESPN | SURYO PRABANDONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.