Selasa, 22 Mei 2018

Piala Dunia 2018: Ekaterinburg, Kota Perbatasan Dua Benua

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Ekaterinburg Arena, yang menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 2018 di kota Yekaterinburg, Russia, 14 April 2018.  REUTERS/Sergei Karpukhin

    Stadion Ekaterinburg Arena, yang menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 2018 di kota Yekaterinburg, Russia, 14 April 2018. REUTERS/Sergei Karpukhin

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekaterinburg menyimpan keunikan tersendiri sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2018 Rusia. Terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa, kota yang terletak di bentang pegunungan Ural ini berjarak cukup jauh dari ibu kota Rusia, Moskow.

    Jarak dari Ekaterinburg ke Moskow berkisar 1416 kilometer setara perjalanan dari London ke Roma. Bagi para fans yang akan menyaksikan pesta sepakbola terakbar sejagat raya, Piala Dunia, harus bersiap menempuh perjalanan panjang selama 26 jam dari Moskow.

    Stadion Ekaterinburg Arena, salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 2018 di kota Yekaterinburg, Russia, 14 April 2018. Stadion berkapasitas 35.696 penonton tersebut menyelenggarakan empat pertandingan babak grup, termasuk dua pertandingan yang melibatkan juara dunia seperti Perancis dan Uruguay. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Ekaterinburg merupakan salah satu kota terpadat nomor 4 di Rusia dalam jumlah populasi penduduknya. Tercatat sebanyak 1.372.800 orang mendiami wilayah ini.

    Kota ini juga menyimpan banyak catatan sejarah. Ekaterinburg menjadi tempat pengasingan Tsar Nicholas 2, Kaisar Rusia yang ditumbangkan oleh Revolusi Komunis Rusia 1917.

    Selain itu, pada abad ke 18, Ekaterinburg tercatat sebagai daerah produksi besi terkemuka di Rusia. Pada masa kini, Ekaterinburg berkembang menjadi kota modern dengan infrastruktur kelas dunia dilengkapi sistim perkeretaapian dan airport berteknologi canggih. Ekaterinburg juga dikenal sebagai sentra seni dan pusat olahraga di Rusia.  

    Untuk para fans yang akan datang ke Piala Dunia mendatang, Ekaterinburg memiliki beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi. Bagi para petualang, kawasan pegunungan Ural dengan panorama alamnya bisa dijelajahi.

    Suasana stadion Ekaterinburg Arena, yang menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 2018 di kota Yekaterinburg, Russia, 14 April 2018. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Di kawasan perkotaan, para fans bola dan turis lainnya dapat melihat keindahan bangunan-bangunan arsitektur kaya sejarah peninggalan masa kekaisaran Rusia. Ekaterinburg juga dikenal sebagai surga bagi para penikmat bir dengan produksi birnya yang khas.

    Ekaterinburg akan menyelenggarakan empat pertandingan babak kualifikasi grup Piala Dunia 2018. Di Grup A, Mesir dan Uruguay akan bertanding  pada 15 Juni. Disusul dengan Prancis lawan Peru dari Grup C, 21 Juni, Jepang kontra Senegal dari Grup H, 24 Juni serta Meksiko lawan Swedia dari Grup F, 27 Juni.

    Seluruh pertandingan Piala Dunia 2018 tersebut akan berlangsung di Ekaterinburg Arena, salah satu stadion tertua di Rusia yang berdiri sejak 1953. Arsitektur stadion ini mengambil desain Neo Klasik Rusia dengan sentuhan dekorasi seni yang tinggi pada struktur bangunannya.

    AP | FIFA | THECULTURETRIP | ZIKRIL HAKIM BADRI


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.