Pemain Muda yang Diprediksi Akan Bersinar di Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Brasil, Gabriel Jesus, yang masih berusia 21 tahun menjadi salah satu bintang muda yang bakal tampil di Piala Dunia 2018. Penampilan Gabriel Jesus yang impresif bersama Manchester City yang telah mencetak 17 gol disemua kompetisi, membuat dirinya masuk dalam skuad Brasil. AP

    Penyerang Brasil, Gabriel Jesus, yang masih berusia 21 tahun menjadi salah satu bintang muda yang bakal tampil di Piala Dunia 2018. Penampilan Gabriel Jesus yang impresif bersama Manchester City yang telah mencetak 17 gol disemua kompetisi, membuat dirinya masuk dalam skuad Brasil. AP

    TEMPO.CO, Jakarta – Pada Piala Dunia 2014, pemain gelandang serang  Kolombia, James Rodriguez, menjadi salah satu bintang turnamen karena menghasilkan gol-gol spektakuler dengan naluri dan kelihaiannya. Beberapa pemain muda baru diharapkan bisa mengikuti jejak Rodriguez saat Piala Dunia 2018.

    Baca: Jadwal Piala Dunia 2018: Disiarkan TransTV dan Trans7

    Berikut ini beberapa pemain muda yang diharapkan dapat membawa dampak besar bagi timnya dalam Piala Dunia Rusia.

    Benjamin Mendy

    ADVERTISEMENT

    Ketika Prancis memenangi Piala Dunia 1998, salah satu faktornya adalah strategi yang sangat efektif pada sayap kiri. Sang playmaker, Zinedine Zidane, akan menunggu bek kiri Bixente Lizarazu melakukan penetrasi ke depan, kemudian mereka akan saling bertukar operan bola dengan kecepatan mengagumkan.

    Prancis saat ini memiliki bek kiri masa depan dalam diri Benjamin Mendy.

    Cepat, kuat, dan sangat terampil, Mendy, yang sekarang masih berusia 23 tahun, mengantarkan AS Monaco meraih piala Liga Prancis dan mencapai semifinal Liga Champions pada 2017.

    Pencapaian ini membuatnya direkrut Manchester City. Namun dia menderita cedera lutut yang menghalangi perkembangannya. Untungnya, dia telah pulih dan bermain dalam beberapa pertandingan terakhir City musim ini.

    Mendy, yang lebih bertipe menyerang, juga memiliki kecepatan untuk kembali bertahan ketika inisiasi serangan berhasil digagalkan tim lawan.

    Marco Asensio

    Marco Asensio memiliki keahlian mengolah bola serupa dengan mantan gelandang Brasil, Kaka. Gelandang Spanyol yang masih berusia 22 tahun tersebut juga memiliki tendangan keras dari luar kotak penalti, kontrol bola yang sangat baik, dan stamina yang seakan tidak ada habisnya.

    Asensio juga pandai bermain umpan. Kakinya cepat ketika bermain umpan-umpan pendek. Jika bermain umpan-umpan panjang, operannya memiliki presisi bak seorang pemain golf.

    Asensio telah menunjukkan fleksibilitasnya ketika bermain untuk Real Madrid, dan sentuhan satu-duanya begitu mematikan ketika menginisiasi serangan balik.

    Xavi Hernandez dan Andres Iniesta adalah jantung lini tengah Spanyol ketika memenangi Piala Dunia 2010. Sekarang bisa menjadi momen Asensio untuk bersinar dalam Piala Dunia 2018.

    Leroy Sane

    Leroy Sane adalah pemain muda terbaik Liga Primer Inggris 2017/2018. Dia juga masuk jajaran nominasi pemain terbaik Liga Inggris, gelar yang akhirnya dimenangi Mohamed Salah.

    Sane adalah putra seorang atlet Olimpiade. Gelandang berusia 22 tahun tersebut memiliki kecepatan, keseimbangan, dan kelincahan yang mengingatkan penonton pada Ryan Giggs pada masa kejayaannya bersama Manchester United.

    Sane mencetak 10 gol dalam kampanye City yang memecahkan banyak rekor pada liga musim ini. Dia juga menyumbang 15 assist atau umpan terukur. Ini jumlah kedua paling banyak di klub setelah rekan setimnya, Kevin De Bruyne.

    Manajer City Pep Guardiola mengatakan Sane bisa menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Ia juga begitu terkesan dengan ketepatan Sane dalam melakukan pergerakan serta umpan-umpannya.

    Ousmane Dembele

    Ousmane Dembele memiliki pergerakan yang lebih cepat dari rekan setimnya di tim nasional Prancis, Kylian Mbappe.

    Penyerang berusia 20 tahun ini memiliki kecepatan mematikan dan hampir tak bisa dihentikan ketika dia tengah dalam performa terbaik.

    Dembele menunjukkan keahliannya mengolah si kulit bundar dalam laga Barcelona melawan Villareal baru-baru ini. Menerima bola di sekitar garis tengah dengan posisi membelakangi gawang lawan, dia menjentikkan bola dengan tumitnya, lalu menggiring bola mengelabui tiga pemain lawan, sebelum tendangannya dikonversi menjadi gol oleh Philippe Coutinho.

    Dalam laga yang sama, Dembele juga mencetak gol solo-run yang spektakuler. Ini gabungan kekuatan, keterampilan, dan kecepatan. Bermula dari garis tengah lapangan, dia menggiring melewati beberapa pemain Villareal sebelum mencungkil bola dengan elegan dan membuat bola melambung pelan melewati kiper menuju gawang.

    Sentuhan penyelesaian akhirnya mengingatkan penonton pada mantan penyerang legendaris Brasil, Ronaldo.

    Timo Werner

    Timo Werner mengatasi cedera dan kemerosotan performa pada pertengahan musim untuk menegaskan kembali statusnya sebagai penyerang utama tim Jerman.

    Penyerang berusia 22 tahun ini yakin akan mendapat tempat di timnas Der Panzer setelah membantu Leipzig mendapatkan tempat dalam Liga Eropa. Dalam dua pertandingan terakhirnya, dia mencetak dua gol dan dua assist.

    Werner mencetak 21 gol di semua kompetisi musim ini dan sedang menuju performa terbaiknya.

    Werner memiliki kecepatan eksplosif, kekuatan, kemampuan untuk membuka ruang, dan menciptakan peluang bagi dirinya atau rekan setim. Penyerang pekerja keras ini telah mencetak tujuh gol dalam 12 penampilannya.

    Gabriel Jesus

    Brasil sangat produktif dalam menghasilkan pemain-pemain depan luar biasa. Pele, Ronaldo, dan Neymar hanyalah beberapa dari banyak nama. Saat ini, Gabriel Jesus diharapkan dapat mengikuti jejak-jejak seniornya.

    Penyerang 21 tahun ini adalah predator seperti Romario. Jesus bertipe pekerja keras dan memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang baik. Dia adalah ancaman di dalam kotak penalti.

    Pemain Manchester City ini memiliki kecepatan dan keterampilan yang memukau. Namun atributnya yang paling menonjol adalah mobilitasnya yang begitu tinggi. Jesus tidak pernah berhenti bergerak sehingga mengganggu konsentrasi bek-bek lawan.

    Jordan Pickford

    Timnas Inggris dulu terkenal dengan kipernya, seperti Gordon Banks dan Peter Shilton yang disukai suporter Inggris karena ketenangan mereka di bawah tekanan. Namun posisi penjaga gawang di tim Inggris sempat mengalami krisis dalam beberapa waktu, ditambah dengan kekurangan Joe Hart yang terlihat dalam gelaran Euro dua tahun lalu.

    Hal ini bisa menjadi momentum bagi Jordan Pickford untuk mengamankan kostum nomor 1. Kiper berusia 24 tahun ini menampilkan performa mengesankan sejak bergabung bersama Everton dengan harga 30 juta pound sterling. Ini menjadikannya kiper termahal ketiga di dunia saat itu.

    Baca: Piala Dunia 2018: Melongok Moskow yang Gemerlap dan Dinamis

    Pelatih Inggris, Gareth Southgate, terkesan dengan kemampuan Pickford untuk mengoper bola dari garis pertahanan. Pickford memang seorang shot-stopper yang andal.

    USA TODAY | AP SPORT | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.