Piala Dunia 2018: Inggris Akan Pilih Henderson atau Dier

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Inggris Jordan Henderson, berusaha melewati hadangan pemain Lithuania Arturas Zulpa             pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion LFF, Vilnius, Lithuania, 8 Oktober 2017. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Gelandang Inggris Jordan Henderson, berusaha melewati hadangan pemain Lithuania Arturas Zulpa pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion LFF, Vilnius, Lithuania, 8 Oktober 2017. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Inggris, Gareth Southgate, mengisyaratkan hanya akan memakai satu gelandang bertahan dalam dua pertandingan perdana Piala Dunia 2018 melawan Tunisia dan Panama. Itu berarti Eric Dier atau Jordan Henderson akan absen sebagai pemain starter.

    Baca: Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018: Jadwal, Taktik, Formasi

    Southgate menurunkan keduanya dalam partai-partai akhir babak kualifikasi. Namun ia ragu apakah perlu memainkan dua gelandang konservatif itu sekaligus di Rusia, terutama pada pertandingan melawan tim "yang di atas kertas" di bawah kualitas mereka.

    Manajer tim nasional Inggris itu menekankan fungsi pemain serbaguna Dier dan Henderson tidak hanya berarti dari satu sisi. Ia meyakini, apa pun keputusannya, kedua pemain tersebut akan menjadi tokoh penting dalam turnamen.

    Baca: Hasil Uji Coba Piala Dunia 2018: Belgia Kalahkan Mesir 3-0

    Southgate juga mengisyaratkan lebih menyukai hanya menurunkan satu pemain yang berfungsi sebagai poros untuk mendukung timnya lebih bermain menyerang menghadapi lawan di Grup G, yang kualitasnya di bawah mereka.

    “Kami harus melihat hal itu,” kata Southgate dalam konferensi pers, Rabu, 6 Juni 2018, untuk menyambut pertandingan pemanasan terakhir timnya melawan Kosta Rika di Stadion Ellan Road, Leeds, Inggris, dinihari nanti, Jumat 8 Juni.

    “Saya pikir kami hanya akan bermain dengan satu poros. Henderson bisa bermain sebagai nomor 8 jadi itu memberikan Anda pilihan. Dier bisa tampil sebagai bek tengah. Jadi mereka berdua masuk satu tim dengan cara yang lain,” ujarnya.

    Baca: 8 Fakta Menarik Tentang Pemain dan Pelatih di Piala Dunia 2018

    Henderson jarang ditempatkan sebagai pemain nomor 8, yaitu gelandang yang berkeliaran dari kotak ke kotak atau dari lini ke lini di bawah asuhan Southgate.

    Peran sebagai gelandang tengah seperti itu sebenarnya ciri pemainan Henderson. Namun, di bawah asuhan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, Henderson lebih difungsikan sebagai gelandang bertahan.

    Adapun Dier di bawah asuhan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, difungsikan sebagai pemain serbaguna. Ia bisa bermain sebagai gelandang, bek tengah, dan bek kanan.

    Namun Southgate tidak menentang gagasan untuk mencoba keduanya tampil sebagai pemain starter dalam satu pertandingan.

    “Tidak (keduanya belum pernah tampil di posisi baru itu di bawah Southgate), pada sebagian besar penampilan Henderson di tim kami dan ketika mereka bermain bersama. Namun bukan hal yang tak mungkin memainkan Henderson sebagai nomor 8,” ucap Southgate.

    Dia menegaskan, “Saya akan heran jika keduanya bukan pemain penting buat kami selama turnamen di Rusia. Namun jelas ada kemungkinan mereka tidak akan bermain bersama di setiap pertandingan.”

    Baca: Presiden FIFA: Rusia Telah 100 Persen Siap Gelar Piala Dunia 2018

    Henderson dan Dier adalah dua dari lima pemain yang masuk kelompok pemimpin di skuad Southgate. Keduanya pernah menjadi kapten tim dalam pertandingan internasional bersama Fabian Delph, Ashley Young, dan kapten tim sekarang, Harry Kane.

    INDEPENDENT | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.