Anomali Cuaca Hantui Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendung tebal menggelayut di atas kawasan Danau Serebyano-Vinogradniy, Moskow, 12 Juni 2018.

    Mendung tebal menggelayut di atas kawasan Danau Serebyano-Vinogradniy, Moskow, 12 Juni 2018.

    TEMPO.CO, Moskow – Anomali cuaca melanda Rusia menjelang dimulainya Piala Dunia 2018. Meski sebenarnya sudah masuk musim panas, tak jarang, hujan deras disertai angin kencang melanda Moskow.

    Musim panas tidak berarti matahari bersinar cerah sepanjang hari di Moskow. Suhu udara pun tak seperti di Indonesia yang bisa mencapai 30 atau bahkan 40 derajat celcius. Saat ini saja suhu udara di Moskow hanya berkisar 14 - 20 derajat celcius.

    Baca: Prediksi Grup H Piala Dunia 2018, Adu Kuat Tim Kuda Hitam

    Perubahan cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba. Dalam tiga hari terakhir, mendung terus menggelayut di atas Moskow.

    ADVERTISEMENT

    Kondisi cerah hanya bertahan beberapa 3-4 jam menjelang siang. Selebihnya, awan tebal kembali menutupi langit Moskow Disusul oleh hujan lebat dan angin kencang.

    Laporan prakiraan cuaca menyebutkan kondisi cuaca berawan tebal dan hujan ini akan bertahan hingga sepekan mendatang.

    Baca juga: Laporan Tempo dari Rusia: Bersua Suporter Senegal yang Bangga

    Mengantisipasi hujan dan angin dingin, sebagian besar warga Moskow masih mengenakan jaket tebal bertudung ketika beraktivitas di luar ruangan. Payung pun selalu siap di tangan.

    Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tak mungkin sejumlah laga Piala Dunia kali ini akan dilangsungkan dalam kondisi hujan. Padahal biasanya pesta sepakbola sejagat itu digelar sebulan selama musim panas.

    Moskow akan menjadi tempat penyelenggaraan pembukaan Piala Dunia 2018 pada Kamis 14 Juni besok. Pada laga pertama bertemu tim tuan rumah Rusia kontra Arab Saudi. 

    GABRIEL TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...