Piala Dunia 2018: Mural Stanislav dan Stanislavski

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, mengontrol bola saat sesi latihan di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 13 Juni 2018. AP

    Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, mengontrol bola saat sesi latihan di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 13 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Di sebuah dinding bangunan di Kota Saint Petersburg, sejak Jumat ini, 22 Juni 2018,  terpampang coretan lukisan berukuran raksasa dari wajah pelatih tim Rusia di Piala Dunia 2018, Stanislav Cherchesov.

    Baca: Hasil Piala Dunia 2018: Prancis Lolos, Kroasia Cukur Argentina

    Setelah membawa tim Rusia menembus babak kedua Piala Dunia untuk pertama kali dalam 32 tahun terakhir, menurut Reuters, sosok mantan kiper tim Uni Soviet tersebut sangat populer di seluruh penjuru negerinya.

    Baca: Piala Dunia 2018: Masih Bisakah Argentina Lolos? Ini Skenarionya

    ADVERTISEMENT

    Seusai Rusia mengalahkan Mesir 3-1 di St. Petersburg, Selasa lalu, wajah Cherchesov dengan kumisnya itu sangat populer muncul dalam beragam bentuk seni rupa di persimpangan kota dan dituangkan melalui cat semprot di dinding.

    Baca: Piala Dunia 2018: Pembeli Tiket asal Cina Mayoritas Perempuan

    “Kami hanya harus melakukannya,” kata seniman lokal, Artyom Burzh, kepada Reuters. Ia mulai melukis wajah Stanislav Cherchesov itu menyaksikan pertandingan Artem Dzyuba dan kawan-kawan melawan Mohamed Salah cs di St Petersburg.

    “Dia hanya cantik,” katanya tentang mantan kiper Spartak Moskow berusia 54 tahun itu. “Dia kosmik,” ia menambahkan, mengutip kalimat dari lagu yang menghiasi mural itu.  

    Dalam astrofisika, sinar kosmik adalah radiasi dari partikel bermuatan energi tinggi yang berasal dari luar atmosfir bumi. Bentuknya bisa elektron, proton, atau inti atom.

    Cherchesov memang benar-benar mematahkan semua sikap pesimistis para pendukung tim tuan rumah Piala Dunia 2018. Peringkat dunia FIFA (Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional) mereka paling rendah di antara 32 tim peserta dan tak pernah menang pada tujuh atau delapan laga pemanasan terakhir.

    Tapi, Cherchesov ternyata membawa Rusia menggilas Arab Saudi 5-0 dan Mesir 3-1. Mereka begitu meyakinkan di tengah-tengah kenyataan bahwa Argentina bisa dikalahkan Kroasia 3-0 dan juara bertahan Jerman dipermalukan Meksiko 1-0.

    Artyom Burzh yakin “inti atom” Cherchesov ini masih bisa membikin ledakan yang besar di Piala Dunia 2018, temasuk kemungkinan yang sensasional, yaitu juara. “Ya siapa tahu.”

    Hari-hari ini Stanislav Cherchesov menjadi figur yang mashur di St Petersburg di kota-kota Rusia lainnya. Namanya mengingatkan pada salah satu tokoh yang menjadi panutan dalam seni teater di dunia berpuluh-puluh tahun, almarhum Konstantin Stanislavski dari Rusia.   

    Pada fenomena menarik sementara sekarang, yaitu redupnya bintang-bintang individu yang bisa mengubah jalannya pertandingan di Piala Dunia 2018, kecuali Cristiano Ronaldo, Cherchesov seperti Stanislavski.

    Pendekatan yang sistematis terhadap pelatihan para aktor teater yang diajarkan Stanislavski mirip dengan apa yang dilakukan Cherchersov.

    Ia, misalnya, mempelajari dengan seksama di mana titik kelemahan tim Mesir dan kemudian menyiapkan penyerang model klasik –tinggi besar- pada diri Artem Dzyuba untuk memborbardir serangan dari udara.

    Baca: Jadwal Piala Dunia 2018 Jumat Hari Ini: Brasil, Islandia, Serbia

    Kelak, Stanislav ini akan selegendaris Stanislavski jika membawa Rusia juara atau setidaknya menembus final Piala Dunia 2018.

    HARI PRASETYO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.