Piala Dunia 2018: Tersingkir, Mesir Minta Wasit Diinvestigasi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Mesir, Mohamed Salah, berhasil menjebol gawang Rusia lewat titik penalti dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 di St Petersburg Stadium, St Petersburg, Rusia, 19 Juni. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

    Pemain Mesir, Mohamed Salah, berhasil menjebol gawang Rusia lewat titik penalti dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 di St Petersburg Stadium, St Petersburg, Rusia, 19 Juni. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Mesir akan mengajukan protes resmi kepada FIFA mengenai performa wasit asal Paraguay Enrique Caceres yang keputusannya dirasa merugikan pada hasil pertandingan Piala Dunia 2018 melawan tuan rumah Rusia di St Petersburg, Selasa lalu.

    "Kami menginginkan investigasi terhadap penampilan tim perwasitan secara keseluruhan," kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida kepada Reuters pada Jumat.

    Mesir kalah 1-3 yang membuat mereka menelan kekalahan kedua di turnamen akbar ini, dan tersingkir lebih dini pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia sejak 1990.

    Abo Rida yang juga merupakan anggota Dewan FIFA, mengatakan Mesir merasa bek Ahmed Fathi didorong saat ia berupaya menyapu bola pada menit kedua babak kedua, dan menghasilkan ia mengarahkan bola ke gawangnya sendiri untuk membuat Rusia memimpin.

    Ia merasa bahwa semestinya timnya mendapatkan penalti pada menit ke-78 untuk penyerang Marwan Mohsen, yang dijatuhkan bek Rusia Ilya Kutepov. Saat itu, Mesir telah tertinggal 1-3.

    "Wasit semestinya menggunakan VAR (Video Asisten Wasit) untuk memeriksa dan menghadiahkan penalti. Mereka juga semestinya melihat bahwa Fathi didorong. Merupakan hak kami untuk mengajukan keluhan dan meminta penyelidikan," ucapnya.

    Mesir akan memainkan pertandingan terakhir mereka di Grup A dengan melawan Arab Saudi pada laga yang mempertemukan dua tim yang telah tersingkir di Volgograd pada Senin.

    "Saya tahu orang-orang di Mesir tidak senang dengan hasil-hasil kami namun ini adalah turnamen pertama kami dalam 28 tahun. Kami kekurangan pengalaman," tambah Abo Rida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.