Piala Dunia 2018: Juara Kini Bukan Angan-angan Lagi buat Kane cs

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Inggris, Harry Kane, berselebrasi setelah mencetak gol kedua bagi timnya dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Rusia, Minggu, 24 Juni 2018. Inggris mengalahkan Panama 6-1. AP/Antonio Calanni

    Pemain timnas Inggris, Harry Kane, berselebrasi setelah mencetak gol kedua bagi timnya dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Rusia, Minggu, 24 Juni 2018. Inggris mengalahkan Panama 6-1. AP/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris mungkin tidak membayangkan tim sepak bolanya bisa begitu cemerlang pada awal Piala Dunia 2018. Pemerintahan mereka sempat mengancam akan memboikot pergelaran di Rusia. Mereka tak mengirimkan wakil pemerintahan dan kerajaan pada acara pembukaan.

    Baca: Piala Dunia 2018: Peta Persaingan Terkini Setiap Grup

    Kini, tim nasional berjuluk Three Lions atau Tiga Singa ini sudah lolos ke babak 16 besar dengan begitu meyakinkan, yaitu menggilas Panama 6-1 dan Kosta Rika 6-0.

    Baca: Donna Agnesia: Piala Dunia 2018 Banyak Kejutan, Susah Diprediksi

    ADVERTISEMENT

    Pemerintah Inggris dan sebagian besar pengamat sepak bola juga dulu tak akan membayangkan ujung tombak dan kapten tim, Harry Kane, bisa begitu fenomenal seperti Gary Lineker di Piala Dunia 1986 dan 1990. Kane kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Rusia dengan mencetak lima gol.

    Baca: Piala Dunia 2018: Setelah Kelompok Suporter Garis Keras Diredam

    Tim muda asuhan manajer “kemarin sore” Gareth Southagate itu kini benar-benar berpeluang mengulang sejarah Inggris pada Piala Dunia 1966, yaitu menjadi juara. Dan, bukan lagi, hanya semifinalis pada era Bobby Robson di Piala Dunia 1990.

    “Itu sebuah pertandingan menakjubkan. Saya sangat bangga. Kami menikmati pertandingan di lapangan,” kata Harry Kane kepada Reuters seusai pertandingan kedua Grup G di Nizhny Novgorod, Minggu 24 Juni 2018.

    Pertandingan mereka selanjutnya pada Kamis mendatang pada partai terakhir Grup G melawan Belgia hanya akan menentukan posisi pertama dan kedua. Dua tim itu sudah pasti lolos ke babak 16 besar.

    Inggris sudah unggul 5-0 melawan Panama pada babak pertama. Anak-anak muda seperti bek tengah dari Manchester City, John Stones, dan gelandang Manchester United, Jesse Lingard, masing-masing menyumbang satu gol.

    Adapun Kane dua kali membobol gawang Panama dari eksekusi penalti. Kemudian pada menit ke-61 babak kedua, tembakan dari pemain gelandang Chelsea yang dipinjamkan Crystal Palace, Ruben Loftus-Cheek, membentur kaki Kane dan arahnya berbelok mengecoh antipasi kiper Panama.

    “Saya sungguh beruntung,” kata Kane yang namanya tercatat sebagai pemborong tiga gol dalam pertandingan itu.

    Ketika Kane diganti dalam babak kedua setelah Inggris unggul 6-1, pemain Tottenham Hotspur itu mendapat penghormatan dari para penonton saat  meninggalkan lapangan.

    Harry Kane telah menjadi pemain ketiga tim nasional Inggris yang bisa mencetak hat-trick di satu Piala Dunia. Pemain berusia 24 tahun ini telah mengikuti jejak para pendahulunya, yaitu Geoff Hurst pada final 1966 melawan Jerman Barat dan Gary Lineker melawan Polandia pada 1986.

    Kane dan kawan-kawan kini berpeluang mengembalikan kejayaan Inggris seperti pada Piala Dunia 1966 atau minimal seperti Gary Lineker cs yang menembus semifinal Piala Dunia 1990 dan tersingkir hanya karena kalah adu penalti. Pada Italia 1990, Lineker menjadi top scorer Piala Dunia.

    Baca: Kolombia Singkirkan Polandia dari Piala Dunia 2018

    “Panama seperti anak kecil dalam sepak bola. Inggris benar-benar spektakuler, sebuah tim yang cantiK,” kata Pelatih Panama, Hernan Dario Gomez. Ia sudah pergi ke kamar ganti tim Inggris pada jeda setelah babak pertama untuk mengucapkan selamat kepada Southgate!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?