Piala Dunia 2018: Kroasia Kini, Titisan Davor Suker cs 1998

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain timnas Kroasia berselebrasi pada akhir laga babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Stadium, Rusia, Sabtu, 16 Juni. Kroasia menjadi pemimpin sementara Grup D Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Nigeria dengan skor 2-0. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Para pemain timnas Kroasia berselebrasi pada akhir laga babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Stadium, Rusia, Sabtu, 16 Juni. Kroasia menjadi pemimpin sementara Grup D Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Nigeria dengan skor 2-0. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Ingatan pada keberhasilan Kroasia merebut peringkat ketiga 1998 muncul setelah mereka maju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 secara meyakinkan. Kroasia mengalahkan Islandia 2-1 di Rostov-on-Don, Rabu dinihari tadi, 27 Juni.

    Baca: Piala Dunia 2018: Argentina Lolos, Maradona Kena Serangan Jantung

    Kroasia menjuarai Grup D melalui gol Ivan Perisic pada menit ke-90, yang menentukan kemenangan melawan Islandia itu. Hanya Perisic dan Luka Modric yang bermain penuh membela Kroasia sepanjang tiga pertandingan perdana dalam Piala Dunia 2018 ini.

    Baca: Piala Dunia 2018: Adakah Keajaiban Korea Lagi, Setelah 2002?

    Perisic menentukan kemenangan Kroasia pada partai terakhir fase grup. Hal itu terjadi setelah keunggulan 1-0 mereka melalui gol dari Milan Badelj pada babak kedua digagalkan oleh tendangan penalti pemain Islandia, Gylfi Sigurdsson. Pada babak 16 besar, Kroasia akan menghadapi Denmark.

    Baca: Jadwal Piala Dunia 2018 Rabu Malam: Korea-Jerman, Serbia-Brasil

    Islandia yang membikin kejutan dengan mengimbangi Argentina 1-1 pada partai perdana harus menempati urutan terbawah Grup D dengan raihan satu poin. Tapi, Islandia sudah tampil mengesankan dalam debutnya di Piala Dunia ini.

    “Kami tidak sering bermain  melawan tim sekuat Kroasia dan masih bisa mengkreasi banyak peluang,” kata Pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson.

    Sedangkan Argentina, yang menempati urutan kedua Grup D setelah mengalahkan Nigeria 2-1, akan berhadapan dengan Prancis pada 16 besar.

    “Fakta kami menurunkan sembilan pemain baru dalam pertandingan ini (melawan Islandia) membuktikan kedalaman skuad. Kamis mesti bangga dengan hal itu,” kata Badelj, gelandang yang terpilih sebagai bintang lapangan dalam pertandingan di Rostov ini.

    “Dalam sebuah turnamen, ketika anda menjalani pertandingan-pertandingan yang menentukan, adalah penting untuk memiliki tim yang solid dan hari ini kami membuktikan punya hal itu,”  Badelj melanjutkan.

    Kekuatan merata di skuad Kroasia saat ini mengingatkan Badelj pada sosok para pendahulunya di tim nasional, yaitu Davor Suker dan kawan-kawan ketika mengalahkan Belanda pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 1998 di Prancis. Kini Suker adalah presiden Federasi Sepak Bola Kroasia.

    Dengan sudah memastikan lolos ke babak 16 besar pada partai sebelumnya, Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, menurunkan susunan tim termuda mereka di Piala Dunia. Ia melakukan pergantian sembilan pemain dari susunan timnya ketika mengalahkan Argentina 3-0.

    Baca: Laporan Tempo dari Rusia: Piala Dunia 2018 Zero Alkohol

    Meski sempat kesulitan melawan Islandia, sebagian besar pemain baru itu bisa mempertahankan dominasi Kroasia pada fase grup Piala Dunia 2018 ini.

    REUTERS | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.