Piala Dunia 2018: Hadapi Brasil, Meksiko Ingin Tampil Menyerang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Meksiko, Hirving Lozano, berebut bolas dengan pemain timnas Korea Selatan, Lee Yong, dalam laga babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Rostov-on-Don, Rusia, Sabtu, 23 Juni 2018. AP Photo

    Pemain timnas Meksiko, Hirving Lozano, berebut bolas dengan pemain timnas Korea Selatan, Lee Yong, dalam laga babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Rostov-on-Don, Rusia, Sabtu, 23 Juni 2018. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Meksiko, Juan Carlos Osario, tak segan untuk mengatakan bahwa Brasil merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Meski begitu, ia mengatakan, timnya bakal tetap tampil menyerang kala melawan tim asuhan pelatih Tite tersebut di laga babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Rusia pada Senin malam ini, 2 Juli.

    Baca: Piala Dunia 2018: Kroasia Singkirkan Denmark Lewat Adu Penalti

    "Kami tidak akan pernah menyerah untuk selalu tampil menyerang," ujar Osario dalam konferensi pers sebelum laga kontra Brasil, Ahad, 1 Juli 2018.

    Baca: Jadwal Piala Dunia 2018 Senin: Brasil - Meksiko, Belgia - Jepang

    Osario berujar, bagaimanapun strategi tim lawan nanti, timnya bakal tetap memasang lima pemain yang dapat melakukan gempuran serangan. "Atau kami akan memasang empat penyerang murni dan dua pemain di posisi false nine," ujarnya.

    Baca: Spanyol Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Iniesta Pensiun

    Osario menyebut, salah satu pemain yang bisa menempati posisi false nine atau penyerang semu itu bisa jadi adalah Hector Herrera, yang biasanya bermain sebagai gelandang. Pelatih berusia 56 tahun itu mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut. "Semua gelandang kami bisa menyerang dan menciptakan peluang," ujarnya.

    Di samping menjadi andalan Osario, Herrera pun sebenarnya memiliki kenangan manis kala harus berhadapan dengan Brasil. Di laga final Olimpiade 2012 silam saja, misalnya, Herrera bersama tim Meksiko U-23 berhasil mengalahkan Neymar cs dan berhasil memboyong medali emas.

    Herrera mengaku masih ingat dengan kenangan manis itu. Namun, kini pemain FC Porto tersebut mengaku tengah berfokus untuk mengincar gelar juara Piala Dunia pertama untuk negaranya.

    "Saya sangat percaya dengan rekan satu tim. Kami harus memainkan permainan yang luar biasa pada laga esok, dan tetap menjaga mimpi untuk bisa menjadi juara Piala Dunia," ujar pemain berusia 28 tahun itu.

    Di tiga laga di fase penyisihan grup kemarin, Osario tidak melakukan banyak perubahan pada strategi racikannya. Mulai dari saat tim Sombrero berhasil mengalahkan Jerman di laga perdana, mereka sudah menggunakan formasi 4-2-3-1.

    Dari formasi itu, pemain awal di lini serang dan tengah pun tidak pernah berganti. Mereka selalu terdiri dari Javier Hernandez sebagai penyerang tunggal, Carlos Vela sebagai gelandang serang, Miguel Layun dan Hirving Lozani sebagai sayap, dan Hector Herrera serta Andres Guardado sebagai gelandang bertahan.

    Baca: Piala Dunia 2018: Lawan Belgia, Jepang Andalkan Kebugaran Pemain

    Hasilnya, tim racikan Osario tersebut berhasil meraih kemenangan tipis atas Jerman dan Korea Selatan, namun harus rela dibantai 0-3 oleh Swedia di laga terakhir.

    REUTERS | SOCCERWAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.