Piala Dunia 2018: Kolombia Tersingkir, Pekerman Tetap Bangga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Pekerman. Dennis Grombkowski/Getty Images

    Jose Pekerman. Dennis Grombkowski/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Kolombia, Jose Pekerman, tak sedikitpun menunjukkan nada penyesalan setelah langkah timnya terhenti di putaran 16 besar Piala Dunia 2018. Mereka kalah 3-4 dalam drama adu penalti atas Inggris di Stadion Spartak, Moskow, Rusia, Rabu dini hari WIB.

    Pekerman malah menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan yang diperlihatkan timnya, termasuk menggagalkan keunggulan Inggris di menit-menit terakhir babak kedua lewat gol Yerry Mina.

    "Kami telah memperlihatkan skuad yang berani, kami telah berjuang keras," kata Pekerman selepas pertandingan sebagaimana dilansir laman resmi FIFA. "Kami tidak pernah melempar handuk ketika menghadapi lawan. Kami memiliki sikap dan pola pikir yang tepat."

    Pekerman juga menyebutkan bahwa laiknya pertandingan-pertandingan lain di Piala Dunia 2018, laga Kolombia kontra Inggris memperlihatkan kedua tim berjuang keras untuk memenangi pertandingan penting tersebut.

    "Beginilah Piala Dunia terurai. Laiknya setiap tim di sini, kami berambisi memenanginya. Kami telah mengerahkan segenap kemampuan untuk lolos," kata Pekerman. "Laga tadi sangat ketat, sangat kompetitif. Kedua tim memperlihatkan betapa pentingnya pertandingan ini."

    Kekalahan Kolombia kali ini membuat rekor belum pernah menang melawan Inggris tak kunjung terhapuskan. Dalam enam kali pertemuan, tiga di antaranya berakhir kekalahan dan tiga lainnya imbang, termasuk kali ini, sayangnya adu penalti membuat Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2018.

    Pencapaian terbaik Kolombia di Piala Dunia hanyalah putaran perempat final, yang mereka capai pada edisi 2014 lalu di Brasil, juga di bawah arahan Pekerman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.