Piala Dunia 2018: Tembok Penalti Jebol, Inggris Bakal Juara?

Ekspresi kekecewaan kiper Kolombia, David Ospina, setelah pemain Inggris Eric Dier mencetak gol kemenangan saat adu penalti dalam pertandingan Piala Dunia 2018 di Stadion Spartak, Moskow, Rusia, Selasa, 3 Juli 2018. REUTERS/Carl Recine

TEMPO.CO, Moskow - Inggris akhirnya berhasil mengobati luka perasaan mereka kalah adu penalti selama hampir 30 tahun ketika mengalahkan Kolombia 4-3 pada adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2018 di di Stadion Spartak, Moskwa, Rusia, pada Rabu dinihari tadi, 4 Juli.

Baca: Piala Dunia 2018: Pelatih Kolombia Nilai Inggris Lebih Beruntung

Sebelumnya, tim asuhan Gareth Southgate ini bermain imbang 1-1 melawan skuad asuhan Jose Pekerman  hingga akhir babak tambahan.

Baca: Piala Dunia 2018: Lolos, Inggris Akhiri Rekor Buruk Adu Penalti

Selama ini Inggris seperti mengalami adu trauma jika harus menjalani adu penalti. Pada semifinal Piala Dunia 1990 di Italia, Paul Gascoigne, Gary Lineker, dan kawan-kawan kalah adu penalti melawan Jerman Barat. Inggris kemudian kalah tiga kali dalam adu penalti pada Piala Dunia. Mereka juga kalah pada tiga dari empat kali adu penalti pada Piala Eropa.

Pelatih Gareth Southgate, yang mengalami kegagalan eksekusi penalti ketika menjadi pemain Inggris di Piala Eropa, berhasil meramu generasi baru tim Tiga Singa yang pantas diunggulkan menjadi juara lagi setelah 1966.

Baca: Top Skor Piala Dunia 2018: Harry Kane Jauhi Lukaku

Dalam laga tersebut, gol baru tercipta melalui tendangan penalti dari Harry Kane pada menit ke-57. Kolombia pun baru bisa membalas gol tersebut di masa perpanjangan waktu melalui sundulan dari bek muda, Yerry Mina, memanfaatkan umpan dari tendangan sudut. Laga pun dilanjutkan dengan babak tambahan.

Namun, selama 30 menit babak tambahan berlangsung, kedua tim tidak mampu mencetak satu gol pun. Skor masih imbang, laga pun dilanjutkan dengan adu penalti.

Radamel Falcao, yang menjadi eksekutor pertama bagi Kolombia, berhasil menjebol gawang Inggris yang dikawal oleh Jordan Pickford. Kesuksesannya itu pun juga diikuti oleh dua eksekutor selanjutnya, yaitu Juan Cuadrado dan Luis Muriel.

Namun di sisi lain, Inggris harus tertinggal lebih dulu, usai Jordan Henderson, yang menjadi eksekutor ketiga bagi skuad The Three Lions, gagal menjebol gawang Kolombia yang dikawal oleh David Ospina. Setelah sebelumnya, Kane dan Marcus Rashford sukses mengesekusi penalti.

Beruntung bagi Inggris, kegagalan Henderson diikuti oleh eksekutor keempat dari Kolombia, Mateus Uribe. Sedangkan eksekutor keempat dari Inggris, Kieran Trippier, sukses melakukan tendangan penaltinya.

Asa Kolombia pun semakin pupus kala eksekutor terakhir, Carlos Bacca, gagal pula mengeksekusi penaltinya. Akhirnya kemenangan Inggris pun ditutup oleh tendangan penalti dari Eric Dier. Inggris pun memenangkan adu tos-tosan itu dengan skor 4-3.

Atas kemenangan itu, Inggris berhak melaju ke babak perempat final dengan menghadapi Swedia pada Sabtu malam, 7 Juli WIB mendatang di Samara Arena, Rusia.

Baca: Ini Jadwal Babak 8 Besar Piala Dunia 2018

Susunan pemain Inggris:
Pickford; Walker (Rashford 113'), Stones, Maguire; Henderson, Trippier, Young (Rose 102'), Lingard, Alli (Dier 81'); Sterling (Vardy 88'), Kane

Susunan pemain Kolombia:
Ospina; Arias (Zapata 116'), Mina, D. Sanchez, Mojica; C. Sanchez (Uribe 79'), Barios, Lerma (Bacca 62'), Quintero (Muriel 88'); Cuadrado, Falcao

REUTERS | ESPN






Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

2 menit lalu

Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Iran memanggil duta besar Inggris dan Norwegia karena dinilai campur tangan dalam demo menggugat kematian Mahsa Amini


5 Pekerjaan Rumah Gareth Southgate dan Timnas Inggris Menjelang Piala Dunia 2022

1 hari lalu

5 Pekerjaan Rumah Gareth Southgate dan Timnas Inggris Menjelang Piala Dunia 2022

Gareth Southgate memiliki pekerjaan rumah sebelum Piala Dunia 2022. Hasil buruk di ajang UEFA Nations League memunculkan keraguan.


Timnas Inggris Terdegradasi di UEFA Nations League, Masih Optimistis di Piala Dunia 2022?

1 hari lalu

Timnas Inggris Terdegradasi di UEFA Nations League, Masih Optimistis di Piala Dunia 2022?

Semifinalis Piala Dunia 2018 dan peringkat kedua Euro 2020 membuat timnas Inggris sempat berada dalam gelombang optimisme di Piala Dunia 2022


Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

1 hari lalu

Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

Raja Charles terlihat berada di balik meja kerja dengan sebuah kotak merah tempat dokumen dari pemerintah Inggris.


Timnas Inggris Terdegradasi di UEFA Nations League, Declan Rice Janjikan Ini untuk Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Timnas Inggris Terdegradasi di UEFA Nations League, Declan Rice Janjikan Ini untuk Piala Dunia 2022

Timnas Inggris terdegradasi dari divisi teratas (Liga A) UEFA Nations League setelah kalah 0-1 di markas Italia.


UEFA Nations League: Timnas Inggris Terdegradasi Setelah Ditekuk Italia, Apa Kata Gareth Southgate?

1 hari lalu

UEFA Nations League: Timnas Inggris Terdegradasi Setelah Ditekuk Italia, Apa Kata Gareth Southgate?

Timnas Inggris terdegradasi dari divisi teratas (Liga A) UEFA Nations League setelah kalah 0-1 di markas Italia.


Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

2 hari lalu

Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

Palestina terkejut ketika PM Israel mengatakan Inggris akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.


Harry Maguire Tetap Jadi Bagian Timnas Inggris, Gareth Southgate Siap Pertaruhkan Reputasinya

2 hari lalu

Harry Maguire Tetap Jadi Bagian Timnas Inggris, Gareth Southgate Siap Pertaruhkan Reputasinya

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, bersikeras bahwa pemain Manchester United, Harry Maguire, adalah bek terbaik.


Liz Truss dan Joe Biden Sepakat Terus Bantu Ukraina

2 hari lalu

Liz Truss dan Joe Biden Sepakat Terus Bantu Ukraina

Liz Truss dan Biden setuju untuk mengambil tindakan setelah Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer ke Ukraina.


Setelah Ratu Elizabeth II Wafat, Sejumlah Negara Persemakmuran Inggris Ingin Jadi Republik

2 hari lalu

Setelah Ratu Elizabeth II Wafat, Sejumlah Negara Persemakmuran Inggris Ingin Jadi Republik

Sebelum kematian Ratu Elizabeth II pada 8 September lalu, beberapa negara persemakmuran mulai serius mempertanyakan nasib mereka.