Rabu, 19 September 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Devushka dan Sapaan yang Egaliter

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laporan Tempo dari Rusia.

    Laporan Tempo dari Rusia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Indonesia, kita terbiasa menyapa orang yang lebih tua dengan sebutan  “bapak” atau “ibu”. Atau “mas” atau “mbak” untuk mereka yang sebaya atau masih muda. Namun, di Rusia, yang kini tengah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, kesopanan itu tak berarti.

    Di Rusia, dalam kondisi informal, adalah hal lumrah memanggil setiap perempuan dengan sebutan devushka yang berarti nona atau gadis.  Untuk laki-laki biasanya disapa molodoi chelovek atau muzhshina yang berarti pemuda.

    Di beberapa film Barat dengan lakon menyinggung Rusia, juga masih terdengar kata sapaan tovarish yang berarti kamerad atau kawan. Kata sapaan ini memang kerap dipakai di era Uni Soviet, terutama di acara resmi dan kepartaian.

    Saat itu istilah tovarish dinilai lebih universal. Sapaan ini juga menghapus adanya jenjang sosial dan gender yang kerap dipakai dalam tata berkomunikasi saat Rusia masih berbentuk monarki.

    Namun istilah tovarish nyaris tak dipakai lagi sekarang. Terdengar terasa janggal jika memanggil pria atau perempuan di sebuah pesta atau restoran dengan sebutan itu. “Kita tidak sedang dalam konferensi partai era Soviet,” kata seorang kawan.

    Di awal-awal saya tinggal di Rusia dulu, sempat juga merasa canggung memanggil perempuan yang saya tahu usianya jauh lebih tua dengan sebutan devushka. Tapi sapaan ini lumrah digunakan di mana-mana. Mereka juga langsung merespons ketika disapa.

    Sapaan ini tak mengenal batasan usia. Perempuan paruh baya pun bisa juga dipanggil sebagai devushka. “Toh, tak ada yang keberatan dipanggil nona meski usianya mungkin tak remaja lagi,” kata seorang kawan perempuan Rusia.

    Nah, tinggi-rendah intonasi suara ketika orang memanggil juga menentukan apakah itu sebuah sapaan ramah atau protes. Jika Anda melakukan sesuatu yang merugikan banyak orang, misalnya menyerobot antrean, sudah pasti banyak yang membentak.

    Biasanya ini diawali dengan panggilan muzhshina atau zhenshina—artinya perempuan—bernada tinggi yang disusul dengan gerutu berkepanjangan.

    Tentu saja dalam acara resmi ada kata sapaan tau etiket yang lebih formal. Biasanya yang digunakan adalah nama depan dan tengah dari orang yang diajak bicara. Namun jika tak tahu nama lengkapnya, kita bisa menggunakan kata gospodin (tuan) dan gospozha (nyonya), yang diikuti nama belakang mereka.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.