Brasil Vs Belgia: Ancaman Serangan Udara Fellaini

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Belgia, Marouane Fellaini, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Mesir dalam pertandingan persahabatan di Stadion King Baudouin, Brussels, Kamis, 7 Juni 2018. AP

    Gelandang Belgia, Marouane Fellaini, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Mesir dalam pertandingan persahabatan di Stadion King Baudouin, Brussels, Kamis, 7 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah melakukan penyelamatan dramatis untuk Belgia, Marouane Fellaini lebih percaya diri. Dia berani bersuara lantang menghadapi laga melawan Brasil di perempat final Piala Dunia 2018, Sabtu dinihari, 7 Juli 2018.

    Fellaini mengatakan siap tampil lagi untuk menghadapi laga perebutan tiket ke semifinal. Dia akan kembali membuktikan diri jika Roberto Martinez—pelatih Belgia—kembali memberinya kesempatan bermain. “Ini memang pekan yang baik, tapi yang terpenting kami lolos ke perempat final,” ujarnya.

    Baca: Inilah Final Ideal untuk Piala Dunia 2018

    Menghadapi Brasil, bagi Fellaini, akan menjadi laga yang lebih sulit dibanding saat melawan Jepang di babak 16 besar. Saat itu, Belgia mampu lolos dari lubang jarum ketika sudah ketinggalan 0-2 dari Jepang. Martinez memutuskan menurunkan Fellaini pada saat kritis, dan Belgia pun mampu membalikkan keadaan sehingga menang 3-2 atas Jepang.

    ADVERTISEMENT

    “Kami tahu kualitas Brasil, dan ini akan menjadi tes bagus untuk kami,” kata Fellaini. “Belgia adalah tim dengan pemain yang punya mentalitas tinggi dan sudah bekerja sama dalam waktu yang cukup lama.”

    Kemenangan Belgia atas Jepang memang tak lepas dari peran Fellaini yang tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Martinez. Fellaini menggantikan Dries Mertens pada menit ke-65, yang menjadi rencana B dari permainan Belgia untuk memenangi duel di udara di area kotak penalti. Strategi terakhir itu untuk melawan permainan Jepang yang cepat dan efektif melalui dua sayap mereka, Genki Haraguchi dan Takashi Inui.

    Baca: Jadwal Piala Dunia Malam Ini: Uruguay - Prancis, Brasil - Belgia

    Fellaini mampu membawa dampak besar dalam permainan itu sehingga mendatangkan kemenangan bagi Belgia, yang di ambang kehancuran. Belgia mampu menyamakan kedudukan dalam 10 menit setelah tampilnya Fellaini dengan gol dari sundulannya.

    Dengan tinggi tubuh hampir 2 meter, Fellaini selalu menjadi ancaman di depan gawang lawan. Duel udara kerap dia menangi. Namun dia juga gelandang yang rajin mengumpan bola dengan efisien. Pemain ini mampu menyelesaikan 92 persen operan untuk membantu timnya menguasai bola. Kadang-kadang ia juga memberikan umpan pendek untuk pemain yang lebih kreatif.

    Di klub, Manchester United sudah berkali-kali memanfaatkan kemampuan Fellaini untuk menghancurkan lawan-lawannya. Namun dia jarang menjadi starter. Makanya banyak yang memahami mengapa Jose Mourinho mempertahankan pemain Belgia itu dengan memperpanjang kontraknya dua tahun dengan United pada pekan lalu.

    Baca: Piala Dunia 2018, Begini Strategi Prancis Untuk Kalahkan Uruguay

    Menurut Martinez, pemain 30 tahun itu memiliki kemampuan teknis dan kontrol bola yang jauh lebih tinggi daripada pemain lain. Terbukti, dia cukup lama dipertahankan di Old Trafford sejak 2013, saat Sir Alex Ferguson masih menjabat manajer. Dia telah menjadi favorit pelatih berikutnya, dari David Moyes, Louis van Gaal, sampai Mourinho. “Dia pemain yang diharapkan setiap pelatih,” kata Martinez.

    Debut senior Fellaini di Belgia dimulai pada 2007, dan sejak itu ia mencetak 18 gol dalam 85 penampilan. Di level klub, dia telah bermain lebih dari 150 pertandingan untuk Manchester United dan berharap membantu mengejar gelar kehormatan yang lebih besar setelah memperpanjang masa tinggalnya di Old Trafford hingga 2020.

    Baca: Prediksi Babak 8 Besar Piala Dunia 2018 Brasil Vs Belgia

    Kini Martinez memberi sinyal akan menurunkan Fellaini menjadi starter saat Belgia melawan Brasil di Kazan Arena nanti. Menurut dia, tim butuh kekuatan secara fisik seperti Fellaini dan Nacer Chadli. Dua pemain pengganti itu sudah membuktikan menjadi pahlawan Belgia saat bertarung melawan Jepang. “Sebagai pelatih, saya punya banyak pilihan di tim ini, tapi saya sudah tahu apa yang ingin saya lakukan,” ujarnya.

    GOAL | TELEGRAPH | DAILYMAIL | NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.