Uruguay Vs Prancis, Deschamps Galau Tentukan Pengganti Matuidi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Prancis, Antoine Griezmann dan Thomas Lemar, menggiring bola saat mengikuti sesi latihan di kamp latihan Prancis di Istra, Rusia, 4 Juli 2018. REUTERS/Tatyana Makeyeva

    Pemain Prancis, Antoine Griezmann dan Thomas Lemar, menggiring bola saat mengikuti sesi latihan di kamp latihan Prancis di Istra, Rusia, 4 Juli 2018. REUTERS/Tatyana Makeyeva

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Prancis Didier Deschamps dikabarkan belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi pengganti gelandang Blaise Matuidi pada laga babak 8 besar Piala Dunia 2018 melawan Uruguay Jumat malam nanti. Dia masih ragu apakah akan menurunkan Corentin Tolisso atau Nabil Fekir.

    Kedua nama itu, menurut sumber ESPN, menjadi kandidat utama pengganti Matuidi. Tolisso bisa dianggap sebagai pemain yang bertipe sama dengan Matuidi. Dia lebih berkarakter bertahan dan memiliki kemampuan bertarung di udara yang baik.

    Saat Prancis mengandaskan Argentina, Tolisso juga menggantikan Matuidi pada babak kedua. Dia juga sempat bermain 15 menit pada laga pembuka melawan Australia.

    Di sisi lain, Deschmapns tahu bahwa Uruguay akan bermain bertahan dan tak akan memberikan Prancis banyak ruang. Untuk soal ini, justru Fekir yang lebih cocok. Pemain Olympique Lyon itu memiliki kemampuan bergerak di area sempit yang sangat bagus. Visi bermain Fekir plus umpan-umpan matangnya juga bisa menjadi keuntungan bagi Prancis.

    Kebingungan Deschamps itu membuat para pemain Prancis belum mengetahui siapa yang akan bermain pada laga malam nanti. Dia dikabarkan baru akan memutuskan pada detik-detik terakhir melihat perkembangan yang terjadi dari kubu Uruguay.

    Laga babak 8 besar Piala Dunia 2018 antara Uruguay vs Prancis akan berlangsung pada Jumat malam nanti pukul 21.00 WIB.

    ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.