Jumat, 19 Oktober 2018

Final Piala Dunia 2018: Prancis Vs Kroasia, Aroma Dendam 1998

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Kroasia, Mario Mandzukic, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018, di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, 11 Juli 2018. REUTERS/Carl Recine

    Striker Kroasia, Mario Mandzukic, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018, di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, 11 Juli 2018. REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Ahad malam nanti, 15 Juli 2018, memutar kembali kenangan di Prancis pada 8 Juni 1998. Kala itu, langkah Kroasia yang membuat kejutan dengan melaju ke babak semifinal lalu kalah 1-2 oleh Prancis—sang tuan rumah, yang kemudian menjadi juara dunia.

    Luka Modric, yang saat itu berusia 13 tahun, masih mengingat kekecewaan yang dialaminya. Dua gol yang dibuat Lilian Thuram dalam pertandingan itu meninggalkan luka yang dalam.

    Kini keadaannya nyaris tak berbeda. Kroasia tetap dengan statusnya sebagai kuda hitam alias tak disangka-sangka mampu melangkah teramat jauh. Mereka menyingkirkan Inggris 2-1 dan kembali menantang Prancis.

    Rasa kecewa itu masih terasa. Modric bersyukur kini mereka punya kesempatan untuk menebus kekecewaan yang terbawa selama dua dekade itu. “Katakan saja bahwa kami akan membalasnya di sini,” kata dia. “Kami harus berfokus dan tinggal selangkah lagi.”

    Tentu tak mudah bagi Modric cs. Perjalanan mereka menuju final harus dilalui dengan laga panjang. Bahkan, saat mengalahkan Denmark dan Rusia, mereka harus melewatinya dengan drama adu penalti. Laga terakhir lawan Inggris dilalui selama 120 menit alias dengan perpanjangan waktu.

    Fisik pemain Prancis relatif lebih bugar karena punya waktu istirahat sehari lebih panjang. Modric sendiri harus berurusan dengan gelandang Prancis, Paul Pogba, yang akan menggalang lini tengah.

    Pogba pun mengaku sudah tak sabar untuk mengangkat piala. “Saya ingin memenangi Piala Dunia ini dan Anda harus berkorban,” kata Pogba setelah sesi latihan, kemarin.

    Gelandang Manchester United dan pemain lainnya di timnas Prancis sudah merasakan betul arti sebuah kegagalan. Dua tahun lalu di Paris, mereka kalah oleh Portugal di Piala Eropa.

    Laga Prancis Vs Kroasia di Luzhniki, yang akan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB, menjanjikan banyak drama. Bagi Pogba cs, mereka ingin menebus kegagalan dua tahun lalu itu.

    Untuk Kroasia, ini adalah kesempatan mereka untuk membalas kekalahan para senior mereka. Dan tidak hanya itu, mereka berpeluang mencetak sejarah sebagai negara baru peraih gelar juara dunia di arena sepak bola. Bila itu terjadi, Kroasia akan masuk dalam deretan negara peraih gelar juara yang selama ini dikuasai oleh beberapa nama saja.

    GUARDIAN | DAILYMAIL | TELEGRAPH | NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.