Laporan dari Rusia: Suasana Menjelang Final Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Luzhniki yang akan menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia di Moskow, Rusia, 10 Juli 2018. Pada 2002, stadion ini mulai menggunakan rumput buatan karena lebih sesuai dengan cuaca Moskow yang sangat dingin. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

    Stadion Luzhniki yang akan menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia di Moskow, Rusia, 10 Juli 2018. Pada 2002, stadion ini mulai menggunakan rumput buatan karena lebih sesuai dengan cuaca Moskow yang sangat dingin. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pagar-pagar besi setinggi satu meter sudah dirangkai di depan paviliun masuk utama ke Stadion Luzhniki, yang akan jadi lokasi final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia. Para polisi berpatroli di jalan-jalan luar stadion, di antara para pejalan kaki dan pesepeda, yang beberapa kali berhenti untuk berswafoto.

    Meski terlihat banyak polisi dan petugas pandu yang berkeliling, situasi di sekitar stadion tampak santai. Beberapa di antaranya tampak mengobrol dengan para pengunjung.

    Sementara itu, dari dalam arena terdengar alunan musik menggelegar. “Tidak ada acara apa-apa, hanya menguji sistem audio visual,” kata seorang relawan Piala Dunia, Kamis lalu.

    Menurut dia, persiapan untuk laga final Piala Dunia pada besok malam sama dengan proses dalam pertandingan sebelumnya. Meski demikian, pengamanan mungkin akan diperketat karena banyak tamu negara yang datang.

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Presiden Vladimir Putin berencana menonton pertandingan final. Putin sebelumnya datang di acara pembukaan Piala Dunia sekaligus laga perdana tim nasional Rusia.

    Namun Putin tak hadir dalam pertandingan-pertandingan Rusia selanjutnya. Meski demikian, menurut Peskov, Putin tetap memantau perjalanan tim Rusia, termasuk berkomunikasi dengan pelatih Stanislav Cherchesov.

    “Presiden pendukung tim nasional,” kata Peskov seperti dilaporkan kantor berita TASS. “Akan menghadiri pertandingan penutup nanti.”

    Tim Prancis dan Kroasia akan bertemu di pertandingan puncak Piala Dunia. Bagi Prancis, ini adalah laga final kedua mereka sejak memenangi turnamen ini 20 tahun lalu. Pada final Piala Dunia 2006, mereka tumbang di tangan tuan rumah Jerman.

    Adapun bagi Kroasia, ini adalah laga final pertama mereka. Sejak tampil perdana di Piala Dunia 1998 membawa nama Kroasia, mereka tak pernah absen dalam turnamen empat tahunan ini. Prestasi terbaik mereka adalah menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 1998.

    Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic juga akan datang ke Moskow untuk menonton laga final. Dia dikenal kerap menonton pertandingan-pertandingan tim nasional. Kolinda juga hadir di stadion ketika Kroasia mengalahkan Rusia di perempat final dan Inggris di semifinal.

    Para suporter kedua tim pun sudah mengalir ke Moskow sejak Rabu lalu. Diperkirakan, lebih dari 20 ribu suporter Prancis datang ke kota ini untuk menonton, baik di stadion maupun di arena fan fest di halaman Universitas Negeri Moscow.

    Stadion Luzhniki memiliki kapasitas 81 ribu penonton. Namun sebagian besar tiket untuk laga pamungkas ini sudah terjual.

    Di laman resmi FIFA, tiket untuk laga final paling mahal dijual US$ 1.100 atau sekitar Rp 15 juta untuk kategori 1. Tiket kategori 2 dibanderol seharga US$ 710 (Rp 10,2 juta) dan kategori 3 harganya US$ 455 (Rp 6,5 juta).

    Meski demikian, tiket yang tersedia sangat terbatas dan habis dibeli dalam waktu cepat. FIFA sendiri menyebutkan agar para peminat terus memantau laman pembelian tiket untuk mengetahui perkembangan ketersediaan tiket.

    Ada pula tiket yang ditawarkan melalui sejumlah situs jual-beli namun harganya sudah melonjak jauh. Sejumlah suporter mengeluhkan harga tiket yang melonjak itu dan membuat mereka memilih fan fest sebagai tempat menonton.

    Tiket kategori 3, misalnya, dijual dengan rentang harga 75–95 ribu rubel atau sekitar Rp 17–21 juta. Padahal, harga resminya di situs Federasi Sepak Bola Dunia adalah 27 ribu rubel (Rp 6,2 juta).

    Di tempat lain, ditawarkan tiket kategori 2 mulai dari harga 120 ribu rubel atau Rp 27 juta. Harga ini naik tiga kali lipat dari tarif resmi yang dulu ditawarkan FIFA.

    Penawaran tiket juga menyebar lewat pesan-pesan di WhatsApp. Ada yang menawarkan tiket kategori 1 seharga lebih dari 150 ribu rubel (Rp 34 juta).

    Bahkan, tiket untuk tempat di tribun yang arah pandangannya ke lapangan terhalang sebagian alias kategori POV (partially obstructed view) dibanderol dengan harga 70 ribu rubel. Padahal harga aslinya cuma sekitar 5.000 rubel.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA (MOSKOW)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.