Rabu, 19 Desember 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper sekaligus kapten Prancis, Hugo Lloris, memegang trofi Piala Dunia saat pesta penyambutan di Istana Presiden Elysee, Paris, 16 Juli 2018. (Ludovic Marin/Pool Photo via AP)

    Kiper sekaligus kapten Prancis, Hugo Lloris, memegang trofi Piala Dunia saat pesta penyambutan di Istana Presiden Elysee, Paris, 16 Juli 2018. (Ludovic Marin/Pool Photo via AP)



    Jumlah Peserta

    Jika dilihat dari jumlah negara yang akan ikut serta, ada wacana bahwa peserta Piala Dunia 2022 akan berkembang menjadi 48 negara dari sebelumnya 32 negara. Namun hal ini masih memiliki banyak pertimbangan, diantaranya kelayakan, keamanan, dan kesiapan tuan rumah sendiri.

    Negara Muslim, bagaimana dengan Alkohol?

    Meski merupakan negara Timur Tengah, Qatar diminta untuk melonggarkan undang-undang tentang konsumsi alkohol. Penggemar sepak bola otomatis akan mencari tempat dimana alkohol dapat dikonsumsi untuk euforia pesta Piala Dunia seperti sebelumnya. Kepala Komite Piala Dunia 2022, Al Thawadi, mengatakan pihak panitia sudah mempersiapkan tempat khusus untuk mengonsumsi alkohol.

    "Alkohol akan disajikan, (tapi) itu hanya tidak akan disajikan di tempat umum, di jalan-jalan, dan seterusnya. Tetapi akan ada area khusus, area terbuka tempat orang-orang dapat minum alkohol. Ini (hanya) budaya yang berbeda, bukan budaya yang membatasi seperti yang orang kira," jelas Al Thawadi kepada Rusia Today.

    Stadion

    Qatar rencananya akan memakai delapan stadion baru untuk Piala Dunia. Satu diantaranya telah selesai, dua lainnya dijadwalkan selesai tahun ini, dan sisanya dijadwalkan akan selesai pada 2021. Jarak semuanya tidak ada yang lebih dari 35 km dari pusat ibukota Doha. Selain itu, semua stadion akan dilengkapi dengan pendingin ruangan.

    SKYSPORTS | RUSIA TODAY | EDO JUVANO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.