Issam Jemaa Bikin Pusing Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • worldcup.mtnfootball.com

    worldcup.mtnfootball.com

    TEMPO Interaktif , Rades:Prancis, juara Piala Dunia 1998 membutuhkan gol telat Willliam Gallas pada menit ke-62 untuk memaksakkan hasil imbang 1-1 dalam laga uji coba dengan Tunisia di Rades. Namun, justru striker Elang Cartaghe-julukan Tunisia Issam Jemaa yang berhasil mencuri perhatian setelah mencetak gol pembuka timnya pada menit ke-6

    Jemaa, striker Lens sukses menjebol gawang Hugo Lloris pada menit ke-6. Memanfaatkan kelemahan William Gallas, pemain 26 tahun itu mencetak gol ke-16 internasional sekaligus pembuka keunggulan bagi Tunisia setelah mendapat sodoran Fahid Bek Khalfallah setelah sebelumnya mendapat operan dari Mehdi Nafti.

    Melawan Tunisia yang bermain disiplin, Les Bleus dibuat kerepotan. Peralihan formasi 4-3-2-1 ke 4-3-3 membuat para pemain kesulitan pada awalnya untuk menerjemahkan keinginan Domenech di lapangan. Akibatnya, Jemma mampu mencuri gol awal bagi Tunisia. Namun, Gallas membayar kesalahannya dengan mengemas gol penyama setelah memanfaatkan tendangan bebas Yoann Gourcuff pada menit ke-63.

    “Kami (Prancis) sedikit sulit mengembangkan permainan pada awal permainan. Kami tidak bisa mendapatkan ritme permainan,” kata Domenech mengomentari pergantian formasi yang diturunkannya melawan Domenech.

    Namun, bintang lapangan kali ini layak disematkan kepada Jemaa. Pemain yang dipaksa menonton Tunisia tampil di Piala Dunia 2006 di pinggir lapangan lantaran cedera itu menjadi salah satu figur vital di timnya saat ini.

    Dipanggil di Piala Dunia 2006, Jemaa tak bisa tampil lantaran cedera. Setelah bermain di Piala Afrika 2008 di Ghana, pemain yang juga kerap bermain di posisi gelandang serang itu gagal meloloskan Tunisia ke babak knock out setelah timnya tersingkir pada babak penyisihan.

    Jemaa memulai kariernya bersama tim raksasa Tunisia, Esperance. Dua musim mengasah taji, ia melanjutkan kariernya bersama Lens sebelum dipinjamkan ke klub Prancis, Caen pada 2005.

    AP | WIKIPEDIA | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.