Stadion Royal Bafokeng: Kejutan Besar Mungkin Terulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Royal Bafokeng. southernjourneys.co.za

    Stadion Royal Bafokeng. southernjourneys.co.za

    TEMPO Interaktif, Bila sebuah tempat bisa mempengaruhi hasil pertandingan, tim Amerika Serikat akan sangat gembira bisa kembali ke Stadion Royal Bafokeng.

    Pada 21 Juni 2009 di Piala Konfederasi, Amerika Serikat mampu menekuk juara Afrika, Mesir, 3-0. Itulah hasil yang mengejutkan dan mampu mengantar Amerika Serikat ke babak semifinal mendampingi Brasil. Sayang, di final Amerika Serikat takluk 2-3 kepada Brasil.

    Pada 12 Juni nanti, pada hari kedua Piala Dunia 2010, tim asuhan Bob Bradley itu akan kembali ke Royal Bafokeng untuk menghadapi Inggris. Inilah pertemuan yang banyak ditunggu-tunggu. Maklum, 60 tahun lalu, dalam Piala Dunia 1950, Amerika Serikat pernah mengalahkan Inggris 1-0.

    Kekalahan inggris itu dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola. Dengan kondisi Inggris yang terus digerogoti masalah skandal dan cedera pemain, bukan tak mungkin kejutan itu bisa terulang di stadion ini.

    Stadion Royal Bafokeng terletak di Rustenburg, kota di bagian barat laut Afrika Selatan dan berpenduduk 295,5 ribu orang. Stadion berbentuk oval itu didirikan untuk kepentingan Piala Dunia Rugby 1995 oleh Royal Bafokeng Nation, suku berbahasa setswana yang memperoleh kekayaan dari pertambangan platina. Komunitas ini juga memiliki Bafokeng Sports Campus, lokasi yang jadi home base tim Inggris selama Piala Dunia.

    Selain untuk rugby dan sepak bola, stadion ini bisa jadi tempat pertandingan atletik. Untuk kepentingan Piala Dunia, kapasitas stadion ini ditingkatkan dari 38 ribu menjadi 44.530 tempat duduk. Peningkatan kapasitas itu memakan biaya US$ 45 juta (Rp 405 miliar) dan sudah rampung pada Maret tahun lalu.

    Kemampuan stadion ini sudah dites pada Piala Konfederasi lalu. Di sana sukses digelar empat pertandingan. Pada Piala Dunia nanti, stadion ini akan menggelar lima pertandingan babak penyisihan grup dan satu pertandingan babak 16 besar.

    Terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, tempat ini bukanlah yang tertinggi di antara stadion tuan rumah Piala Dunia (yang tertinggi adalah Johannesburg, 1.750 di atas permukaan laut). Tapi tetap saja tempat itu menjanjikan tantangan dan menuntut adaptasi tersendiri. Tak mengherankan bila Inggris pun memilih markas tak jauh dari kota itu.

    Bagi penonton, Kota Rustenburg, yang berjarak 165 kilometer dari Johannesburg, menjanjikan suasana berbeda. Tempat ini adalah yang tersepi--juga salah satu yang terdingin--dibandingkan dengan kota tuan rumah lainnya. Di kota ini kehidupan berdenyut lebih awal, tapi berakhir lebih cepat.

    Jadi jangan harap menemukan kehidupan malam yang gemerlap di tempat ini. Nama Rustenburg sendiri memang berarti "kota peristirahatan". Tapi 25 menit berkendara dari kota ini turis juga bisa menemukan Sun City, resor, dan kasino terkemuka di Afrika Selatan.

    FIFA | AP | WIKIPEDIA | Nurdin saleh

    Stadion Royal Bafokeng
    Lokasi: Rustenburg, Afrika selatan
    Didirikan: 1995
    Perluasan: 2009
    Pemilik: Royal Bafokeng Nation
    Permukaan: Rumput
    Kapasitas: 44.530 tempat duduk

    Pertandingan
    12 Juni: Grup C: Inggris Vs Amerika Serikat
    15 Juni: Grup F: Selandia Baru Vs Slovakia
    19 Juni: Grup D: Ghana Vs Australia
    22 Juni: Grup A: Meksiko Vs Uruguay
    24 Juni: Grup E: Denmark Vs Jepang
    26 Juni: Babak 16 Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.