Tampil Menyerang, Prancis Tertahan

Reporter

Editor

Peman Prancis Yoann Gourcuff (biru) dihadang oleh para pemain Tunisia di outskirts of Tunis (30/5). AP/Francois Mori

TEMPO Interaktif, RADES - Raymond Domenech menorehkan sebuah rekor dengan muram. Ia memimpin Prancis untuk ke-75 kalinya saat beruji coba melawan tuan rumah Tunisia, Ahad malam lalu. Penampilannya bersama Les Bleus itu menyamai rekor pelatih Michel Hidalgo, yang pernah mengantar Prancis menjadi juara Eropa 1984.

Sayang, Prancis justru gagal meraih hasil bagus dalam uji coba itu dan harus tertahan 1-1. Saat laga baru berlangsung lima menit, Skuad Domenech sudah kebobolan oleh gol Issam Jomaa, tapi kemudian bisa disamakan lewat gol William Gallas pada menit ke-62.

Hasil akhir pada pertandingan yang mengantar Domenech menorehkan rekor itu justru kian menjadi tekanan bagi sang pelatih. Sebelumnya ia juga sudah banyak dikritik, karena di tangannya, tim Ayam Jantan juga terseok di babak kualifikasi. Saat itu Prancis hanya bisa lolos setelah mengalahkan Irlandia di babak playoff, lewat gol kontroversial yang diawali handball Thierry Henry.

Saat melawan Tunisia, pelatih berusia 58 tahun itu memilih bereksperimen. Ia meninggalkan formasi 4-2-3-1, yang cenderung bertahan dan selama ini menjadi pilihan utamanya. Ia memilih mengedepankan pola 4-3-3.

Nicolas Anelka menjadi penyerang tengah didampingi Sidney Govou dan  Franck Ribery. Seperti saat mengalahkan Kosta Rika 2-1, Rabu lalu, Domenech kembali hanya memasang Thierry Henry sebagai cadangan dan baru diturunkan menggantikan Ribery pada babak kedua.

Di lini tengah, Yoann Gourcuff, Jeremy Toulalan, dan Florent Malouda menjadi pilihan. Sedangkan sebagai bek, Gallas kembali dipasangkan dengan Eric Abidal. Kiper Hugo Lloris kembali menjadi starter setelah Steve Mandanda gagal bersinar saat melawan Kosta Rika.

Formasi yang seharusnya lebih agresif itu justru terlihat mandul di hadapan organisasi permainan Tunisia yang solid. "Kami seharusnya mampu memanfaatkan kesempatan lebih banyak lagi," kata Domenech.

Pelatih itu pun mengakui, formasi itu, ditambah banyaknya pergantian pemain, membuat timnya kerap kehilangan ritme permainan. "Segalanya agak susah di awal pertandingan dan kami tak bisa menemukan ritme," katanya. "Dalam kedua pertandingan itu, kami juga terus kebobolan cepat, jadi kami akan coba melihat pada hal itu. Itulah yang terjadi saat Anda memilih formasi menyerang, lebih banyak bahasa datang."

Domenech melakukan tujuh pergantian di babak kedua untuk mencoba kombinasi di semua lini. "Ini memang jenis permainan di mana semua orang harus bermain, kami harus melakukan pergantian," katanya. "Pergantian itu akan lebih sedikit saat melawan Cina. Mereka yang jadi starter akan bermain lebih lama."

Prancis memang masih akan menjalani satu kali uji coba lagi melawan Cina pada Jumat nanti. Setelah itu, mereka akan bertolak ke Afrika Selatan dan berlaga di Grup A bersama tuan rumah, Meksiko, dan Uruguay.

Sementara itu, Henry mengaku siap meski harus tampil sebagai pemain cadangan pada turnamen nanti. "Saya sudah bicara dengan pelatih sebelum pertandingan itu dan ia mengatakan saya tak akan jadi starter," kata penyerang Barcelona berusia 32 tahun itu. "Tapi seperti sudah saya katakan berkali-kali, yang terpenting adalah tim. Saya berusaha memberikan sesuatu saat masuk, saya adalah bagian dari tim."

Reuters | AP | Nurdin Saleh

Susunan pemain Prancis: Hugo Lloris; Bacary Sagna, William Gallas (Sebastien Squillaci, 64), Eric Abidal (Marc Planus, 46), Patrice Evra (Gael Clichy, 64); Yoann Gourcuff (Abou Diaby, 64), Jeremy Toulalan, Florent Malouda; Sidney Govou (Djibril Cisse, 75), Nicolas Anelka (Andre-Pierre Gignac, 64), Franck Ribery (Thierry Henry, 46).






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.