Memaafkan Les Bleus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Saya berpapasan dengan Aime Etienne Jacquet, pelatih yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, seusai menonton Belanda mengalahkan Les Bleus 3-0 dalam babak penyisihan Grup C putaran final Euro 2008 di Bern, Swiss, 9 Juni tahun lalu. Jacquet berjalan tergopoh-gopoh ke luar kawasan stadion untuk meninggalkan malam yang memalukan buat tim nasionalnya itu.

    Prancis dengan logo ayam jantan memang terkapar dalam puncak pergelaran sepak bola Eropa di Swiss dan Austria. Tapi, Jacquet tak hendak mengambilalih kembali jabatan manajer Les Bleus. Prancis masih memafaafkan Raymond Domenech yang sebelumnya membawa Zinedine Zidane dan kawan-kawan menembus final Piala Dunia 2006 dan hanya kalah adu penalti melawan Italia.

    Prancis masih memberi kesempatan kepada Domenech untuk memimpin Ayam Jantan dalam kualifikasi Piala Dunia 2010. Tapi, ia nyaris tak termaafkan ketika timnya gagal meraih tiket lolos langsung ke Afrika Selatan 2010. Mereka harus mengais tiket tersisa dengan menjalani babak playoff melawan Republik Irlandia dalam dua kali pertemuan.

    Domenech, yang sosoknya monotoon itu, kembali mujur tapi lewat sebuah pentas drama tragedi buat Irlandia. Dalam pertandingan di Paris, November tahun lalu, saat perpanjangan waktu dalam kedudukan imbang dalam dua kali pertemuan itu. Bola mengarah kepada Thierry Henry. Penyerang senior Les Bleus kewalahan mengontrol dan secara reflek menggunakan tangannya untuk menahan bola. Wasit membiarkan dan Henry menyodorkan bola kepada Williams Gallas yang lantas mencetak gol yang membawa skuad Domenech lolos ke putaran final.

    Irlandia protes. Henry merasa bersalah, tapi badan sepak bola dunia, FIFA, bergeming. Sebagian besar warga Irlandia marah, mungkin sampai sekarang. Tapi, koran Irish Independent edisi 1 Juni lalu, memberitakan hal yang menyentuh. Kiper Irlandia di drama tragedi itu, Shay Given, mengatakan ia sudah memaafkan Henry atas skandal handball yang mengakhiri mimpi Irlandia ke Piala Dunia 2010.

    ADVERTISEMENT

    Given bicara di depan anak-anak sekolah di All Hallows Catholic College di Macclesfield, Cheshire. Kiper berusia 34 tahun tersebut, dengan tangan dibungkus sehabis cedera pada akhir musim ini, membuat anak-anak terpaku ketika memaparkan perasaannya tentang malam jahanam di Paris, November tahun lalu. Salah satu murid itu bilang: “Itu sungguh mengesankan. Ia bercerita kepada kami betapa marah dan kecewa ia pada saat itu. Tapi, ia kemudian bilang sudah memaafkan Henry sekarang.”

    Sebagian pecinta sepak bola di dunia ini memang masih sulit untuk bersikap seperti Given. Bahkan menjelang putaran final Piala Dunia 2010 ini berlangsung di Afrika Selatan, sempat ada isu kalau FIFA akan mengadakan sidang untuk membahas kelayakan Les Bleus karena dosanya itu. Prancis akan termaafkan kalau mampu tampil apik dalam putaran final dan kembali berhasil menembus final. PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.