Anak Yatim Heboh Menonton Tim Inggris Bertanding  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan anak-anak yatim-piatu saat menyaksikan timnas Inggris melawan tim lokal, Platinum Stars di Moruleng, Afrika Selatan. AP/Kirsty Wigglesworth

    Puluhan anak-anak yatim-piatu saat menyaksikan timnas Inggris melawan tim lokal, Platinum Stars di Moruleng, Afrika Selatan. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Puluhan anak-anak yatim piatu bersorak kegirangan saat melihat tim nasional Inggris bermain dalam pertandingan latihan melawan tim lokal, Platinum Stars di Moruleng, Afrika Selatan.

    Para anak-anak ini semakin heboh ketika bintang Inggris, Wayne Rooney mencetak gol. Dalam pertandingan ini Inggris mengalahkan Platinum Stars dengan skor 3-0. Selain Rooney, dua penyerang Inggris lainnnya, Jermain Defoe dan Joe Cole juga menyumbang gol.

    Selain menyaksikan tim Inggris bermain, anak-anak yang berasal dari My Home project di Rustebnurg dan Laureus-supported Sport for All project di Katlehong juga bertemu dengan arsitek Inggris Fabio Capello dan seluruh anggota skuad Inggris.

    Capello bersama seluruh tim mengaku gembira dengan kedatangan anak-anak ini. “Fantastis bisa menghabiskan waktu dengan anak-anak dari Laureus,” ujarnya. Sementara David Beckham, yang menjadi pendamping pemain mengatakan anak-anak ini adalah masa depan kita. “Mereka sangat senang bertemu semua pemain, saya juga punya anak dan saya senang sekali melihat mereka tersenyum,” kata bekas kapten Inggris ini.

    The Laureus-supported Sport For All Project adalah sebuah lembaga yang melatih anak-anak yatim piatu dan anak tidak mampu. Anak-anak ini bebas memilih berbagai olah raga yang mereka suka, seperti, sepak bola, rugby, bola voli, tenis dan kriket.

    Edwin Moses, ketua lembaga ini mengatakan anak-anak sangat gembira, saat-saat seperti ini mungkin saat yang paling berbahagi dalam hidup mereka. Mereka akan kembali ke sekolah dan menceritakan pengalaman ini kepada teman mereka. “Ini ada contoh konkrit bagaimana olah raga bisa membuat perubahan,” kata atlet lari yang meraih medali emas dalam olimpiade 1976 di Montreal ini.

    INDEPENDENT I POERNOMO G RIDHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.