Antara Meksiko dan Cape Town

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach

    REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO Interaktif ,Jabulani menandai empat dekade dominasi Adidas di lapangan hijau di dunia. Perusahaan kelengkapan olahraga yang berbasis di Jerman ini sudah mendapat kepercayaan dari Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk membuatkan bola dalam setiap turnamen yang digelarnya, termasuk Piala Dunia, sejak 1970.

    Di Piala Dunia di Meksiko pada tahun itu, Adidas memulainya dengan merilis Telstar (Television Star). Bola ini menjadi yang pertama menggunakan desain icosahedron terpotong, terdiri atas 12 pentagonal hitam dan 20 heksagonal putih. Pola atau desain ini langsung berkembang menjadi desain reguler sebuah bola sepak.

    Untuk diketahui, desain bola sebelum era Telstar terdiri atas sekelompok strip--sama seperti konfigurasi bola voli modern. Telstar, meski terbuat dari kulit, dilapisi dengan Durlast, yang membuatnya mengkilap dan memiliki kualitas kedap air.

    Model yang lebih baru kembali diperkenalkan di Meksiko di Piala Dunia 1986. Azteca Mexico, nama bola resmi saat itu, adalah bola dengan rajutan tangan tapi dengan material sintetis yang untuk pertama kalinya digunakan menggantikan kulit. Lapisan terluarnya adalah polyurethane dan tiga lapisan di sebelah dalamnya saling memperkuat dengan struktur "Adicron" yang berbeda satu sama lain. Struktur lapisan itu dimaksudkan untuk memastikan resistensi bola, yakni kemampuannya untuk mempertahankan bentuk dan sifat kedap air.

    Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, FIFA dan Adidas untuk pertama kalinya mengambil keputusan untuk menyakralkan bola yang digunakan di partai final. Saat itu ada Teamgeist dan Teamgeist Berlin, yang khusus diperebutkan para pemain Italia dan Prancis di partai puncak.

    Pun nanti di Johannesburg, Jabulani akan digantikan oleh Jo'bulani. Bola "keramat" ini berbeda dengan warnanya yang keemasan, disesuaikan dengan Johannesburg, yang juga dikenal sebagai kota tambang emas.

    WURAGIL | ENGINEERINGNEWS | NYTIMES | TELEGRAPH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.