Para Pemain Muda Jerman Mengaku Usia Bukan Kendala  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Martin Meissner

    AP Photo/Martin Meissner

    TEMPO Interaktif, Pretoria - Meski diisi mayoritas pemain muda, Jerman tetap optimistis menatap Piala Dunia 2010. Mereka pun siap menghadapi pertandingan perdana melawan Australia.

    "Muda atau tua, itu sama saja," ujar penyerang Jerman Lukas Podolski, Kamis (10/6).

    "Kami punya banyak pemain muda yang luar biasa dan mereka ingin menjadi juara," lanjut pemain yang berusia 25 tahun tersebut dan merupakan pemain paling berpengalaman di Jerman dengan 73 kali membela tim Panser.

    Dengan hanya tiga dari 23 pemain yang berusia di atas 30, Jerman mengandalkan para pemain yang berlaga di Piala Eropa Usia di Bawah 21 Tahun pada 2009. Mereka di antaranya kiper Manuel Neuer, Marko Marin, Sami Khedira, Toni Kroos, Mesut Ozil, dan Jerome Boateng.

    Neuer, 24 tahun, dikenal kerap ke luar dari mulut gawang untuk menghalau bola bak seorang bek. Sementara bek kiri Holger Badstuber, 21 tahun, kerap menjadi pemain sayap untuk membantu serangan.

    THomas Mueller, 20 tahun, bisa menjadi pemain sayap ataupun penyerang tengah.

    Posisi yang berubah-ubah menjadi kunci bagi tim asuhan Joachim Loew karena beberapa pemain inti mereka cedera seperti Michael Ballack.

    Loew juga memutuskan untuk tidak memanggil gelandang 33 tahun, Torsten Frings, dan membangkucadangkan kiper berusia 36 tahun, Hans-Joerg Butt.

    Bagaimana aksi para pemain muda tersebut akan terlihat di Afrika Selatan. Mereka pun antusias menghadapi ajang Piala Dunia 2010.

    "Saya sudah bersiap diri dengan sempurna dan siap membantu tim," ujar Marin, 21 tahun. "Saya bisa bermain di dua sisi sayap dan saya harap saya bisa masuk tim inti pada pertandingan Ahad."

    Jerman akan menghadapi Australia pada Ahad ini.

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.