Capello Khawatirkan Ancaman Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fabio Capello. AP/Kirsty Wigglesworth

    Fabio Capello. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO Interaktif, Jakarta -
    Rustenburg - Fabio Capello, hanyalah seorang bocah ketika Inggris jumpa Amerika Serikat pada Piala Dunia 60 tahun lampau. Kini kedua tim bertemu  lagi dalam laga di Stadion Royal Bafokeng, Ahad (13/6) pukul 01.30 pagi.

    Saat berumur tiga tahun di Friuli, dekat perbatasan Slovenia di timur laut Italia, dia mendengar Amerika Serikat menang 1-0 di Belo Horizonte, Brasil, 29 Juni 1950, dari teman-temannya penggila bola dan keluarga.

    Kini, dalam penampilan pertamanya sebagai manajer tim di Piala Dunia, Capello berusia 63 tahun, tahu seluruh dunia sedang menanti jika Inggris mungkin akan kalah lagi dalam laga perdananya di Stadion Royal Bafokeng, Grup C.

    Bagi seorang pelatih yang karirnya penuh pujian saat bersama AC Milan, Real Madrid, AS Roma, dan Juventus, itu seperti kulit pisang yang bisa menjatuhkannya. Oleh karenanya, dia bertekad menghadapi bangsa besar yang berpenampilan mengesankan selama kurun waktu 20 tahun dan sanggup mengalahkan Spanyol pada Piala Konfederasi tahun lalu.

    "Saya mengerti ini adalah sungguh-sungguh, momen yang benar-benar penting untuk negara tetapi saya santa saja," katanya, Kamis. "Tim ini memiliki banyak improvisasi. Kami telah menemukan semangat."

    ADVERTISEMENT

    Dalam 24 kali tanding, Capello membawa Inggris menang 18 kali, tetapi dia mengrti transformasinya kepada tim dengan cara bertahan mendapatkan kritik dari media apalagi harus menghadapi Amerika Serikat.

    Capello saat ini dihadapkan pada masalah di garis pertahanan. Dia kehilangan kapten Rio Ferdinand karena cedera lutut saat melakukan latihan persiapan sehingga harus memanggil Michael Dawson yang sebelumnya tak dimasukkan dalam skuad. Termasuk berharap pula pada Ledley King yang belum prima 100 persen. Sehingga satu-satunya pemain belakang yang masih bugar adalah kapten Chelsea John Terry.

    Selain di barisan belakang, Capello pusing di lini tengah. Gelandang Gareth Bary terpaksa absen karena dibekap cedera. Oleh karenanya, Capello akan mengandalkan duet Steven Gerrad (Liverpool) dan Frank Lampard (Chelsea).

    Sementara itu pelatih Amerika Serikat Bob Bradley melakukan rotasi dalam lineup pada tiga kali laga pemanasan, tetapi dia diharapkan menurunkan di awal tanding striker Jozy Altidore yang tak bisa turun, Sabtu, saat timnya menggilas Australia, 3-1, karena cedera ankle.

    Pertanyaan taktis, mungkinkah Altidore turun bersama seorang tandem. Jika dia diturunkan maka Edson Buddle bisa menjadi pilihan utama.

    Meskipun demikian, Landon Donovan dan Clint Dempsey berpotensi sebagai penyerang, selama ini keduanya berposisi sebagai gelandang. Kemampuan bertahan dan menyerangnya sama baik.

    Satu opsi lain adalah meninggalkan Altidore sendirian di depan dan bermain dengan ekstra gelandang, sehingga Amerika Serikat menempatkan lima gelandang melawan empat gelandang Inggris.

    Di posisi belakang, Bradley harus memutuskan antara bek tengah Ogyuchi Onyewu, yang tidak dimainkan secara penuh dalam setiap kali pertandingan selama tujuh bulan, dan Clarence Goodson.

    Bradley, seperti Capello, memiliki kepercayaan tinggi. "Kepemimpinan kami kuat. Kami mengerti bahwa ketika kami bermain sebagai sebuah tim, dan saat setiap pemain berkomitmen untuk menempuh jalan yang benar maka kami akan bermain dengan tim hebat," katanya.

    REUTERS | CHOIRUL


      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.