Warga Jerman Tak Bergairah Nonton Bareng Piala Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Jerman nonton bareng. AP/Markus Schreiber

    Suporter Jerman nonton bareng. AP/Markus Schreiber

    TEMPO Interaktif, Berlin - Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang baru dibuka ternyata belum menimbulkan antusiasme warga Berlin, Jerman. Meskipun acara nonton bareng diselenggarakan secara besar-besaran di sisi luar Stadion Olympia, Berlin, Jerman, tetapi masyarakat Jerman belum menunjukkan gairahnya. "Saya pikir karena bukan tim Jerman yang bertanding hari ini sehingga masih sepi," kata Sara Stukenbrock, salah seorang pengunjung.

    Stadion yang pernah digunakan dalam Piala Dunia 2006 itu tampak lengang. Acara nonton bareng ini diadakan di sisi luar dan akan diselenggarakan selama Piala Dunia berlangsung. Tiga layar besar dipasang di bagian depan dan tengah lapangan seluas lapangan sepak bola dengan penjagaan ketat. Setiap pengunjung digeledah oleh polisi sebelum memasuki area yang dikelilingi oleh pagar.

    Jumat (11/6) Piala Dunia 2010 dibuka di Stadion Soccer City Johannesburg, Afrika Selatan. Seusai pembukaan, dilanjutkan pertandingan antara tim kesebelasan Afrika Selatan dan Meksiko.

    Acara nonton bareng di Stadion Olympia itu, ikut diramaikan dengan puluhan kios makanan dan suvenir yang berada di sekeliling pagar. Kios-kios itu tampak sepi dari pembeli, karena pengunjung yang datang tak sampai 500-an orang. Para pengunjung menggunakan atribut kostum tim kesangan mereka, sebagian menggunakan warna merah, kuning, dan hitam sesuai dengan warna bendera Jerman.

    Warga Jerman tak terlalu optimistis dengan pertandingan yang akan diikuti tim kesebelasannya. Mereka tak ingin banyak berharap karena antara lain kapten tim Michael Ballack tak bisa ikut bermain akibat cedera. "Saya tidak berani bertaruh untuk tim nasional, tim terlalu rapuh," kata Hans, salah seorang warga Berlin.

    Aqida Swamurti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.