Korea Selatan Bidik 16 Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Park Ji-sung (tengah) berlatih bersama timnas korsel lainnya. AP/ Lee Jin-man

    Park Ji-sung (tengah) berlatih bersama timnas korsel lainnya. AP/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif ,  Port Elizabeth – Meski harus bersaing dengan tim-tim tangguh seperti Argentina, Nigeria dan Yunani di Grup B, Korea Selatan tetap berambisi lolos ke babak berikutnya.

    Taeguk Warriors pernah membuat kejutan di Piala Dunia 2002 yang digelar di negara mereka dengan mencapai semifinal. Dan, gelandang Park Ji-Sung berharap timnya bisa kembali sukses di Afrika Selatan kendati dengan target lebih rendah.

    "Ini Piala Dunia pertama yang digelar di benua Afrika. Jadi, merupakan kehormatan bisa berada di sini. Ini Piala Dunia pertama di Afrika dan kami berharap ini jadi kali pertama kami lolos ke 16 Besar di luar Korea. Target saya di Piala Dunia ini adalah babak 16 Besar. Saya tak memikirkan target lain," aku Park.

    Korsel akan memulai langkah mereka dengan bertanding melawan Yunani di Nelson Mandela Bay Stadium, Sabtu (12/3). Dan, pelatih Korsel, Huh Jung-Moo, menunjuk bek Liverpool defender Sotirios Kyrgiakos sebagai pemain yang bisa ancaman setidaknya karena posturnya yang tinggi.

    "Jika tinggi tubuh jadi faktor utama, kami harus menurunkan para pemain bola basket kami dalam laga ini. Ia (Kyrgiakos) adalah atlet dan pemain yang sangat bagus. Kami telah melihat semua data dan ia cukup jadi ancaman dalam set-pieces, tapi kami sudah siap sepenuhnya," kata Huh.

    ADVERTISEMENT

    Di pihak lain, Yunani optimistis bisa meraih kemenangan atas Korsel. "Jika kami menang, kami akan berada di posisi bagus untuk lolos ke babak berikutnya. Sangat penting untuk tidak kalah, semua orang tahu itu,” ucap gelandang Christos Patsazoglu.

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.