Inggris Dibayangi Trauma Piala Dunia 1950

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Darko Bandic

    AP Photo/Darko Bandic

    TEMPO Interaktif , Rustenburg – Menjelang laga pertama Grup C melawan Amerika Serikat di Royal Bafokeng Stadium, Sabtu (12/6) atau Minggu (13/6) WIB, pelatih Inggris, Fabio Capello, masih merahasiakan komposisi starting line-up timnya.

    Pertanyaan terbesar adalah seputar posisi penjaga gawang. Hingga saat ini, Capello belum juga mengumumkan siapa yang akan jadi pilihan nomor satu di bawah mistar The Three Lions.

    Nomor punggung 1 telah diberikan kepada kiper David James, tapi itu bukan jaminan penjaga gawang Portsmouth itu bakal jadi starter. Dua kiper Inggris lainnya, Robert Green dan Joe Hart, punya peluang yang sama.

    "Fabio Capello belum memberi tahu para pemainnya meski ia pernah bilang ia sudah tahu tim yang akan diturunkannya. Itu bukan sesuatu yang biasa dilakukannya. Sepanjang babak kualifikasi, ia selalu mengumumkan susunan pemain lebih awal kepada para pemain. Para pemain terkejut dengan sikapnya yang berbeda di Piala Dunia,” tutur sebuah sumber yang dekat dengan para pemain timnas Inggris.

    Pertanyaan lainnya adalah tentang siapa yang akan dipasangkan dengan Wayne Rooney di lini depan. Saat ini ada dua kandidat utama yaitu Emile Heskey dan Peter Crouch. Tapi, tampaknya Crouch yang akan dipilih.

    ADVERTISEMENT

    Inggris jadi salah satu favorit juara di Afrika Selatan, tapi mereka dibayangi kekhawatiran tersandung oleh Amerika.

    Inggris memang meraih 7 kemenangan dalam 9 pertemuan sebelumnya dengan The Yankees. Tapi, semuanya diperoleh dalam laga uji coba. Sebaliknya, satu dari hanya 2 kemenangan Amerika atas Inggris dicatat di Piala Dunia 1950 di Brasil.

    Ketika itu, The Sam's Army yang masih dipandang sebagai tim gurem mampu menaklukkan Inggris dengan skor 1-0. Hasil itu disebut-sebut sebagai kejutan terbesar di Piala Dunia itu.

    Peluang Amerika mengulang sukses tersebut cukup terbuka mengingat sepakbola mereka kini telah jauh berkembang. Pasukan Bob Bradley ini telah membuktikan kekuatan mereka dengan mengalahkan juara Eropa, Spanyol, 2-0 di semifinal Piala Konfederasi 2009.

    Amerika juga sudah sangat mengenal gaya bermain Inggris karena hampir separuh dari anggota skuad mereka adalah para pemain yang berkiprah di Premier League.

    REUTERS | A. RIJAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?