Blunder Green Gagalkan Kemenangan Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Inggris Robert Green gagal menangkap bola dengan baik sehingga gawangnya kebobolan. AP/Michael Sohn

    Kiper Inggris Robert Green gagal menangkap bola dengan baik sehingga gawangnya kebobolan. AP/Michael Sohn

    TEMPO Interaktif ,  Rustenburg – Klaim bahwa posisi di bawah mistar sebagai titik kelemahan Inggris akhirnya terbukti.

    Penjaga gawang Robert Green yang dipercaya menjadi starter pada laga perdana Grup C melawan Amerika Serikat di Royal Bafokeng Stadium, Minggu (13/6) WIB, melakukan kesalahan fatal yang membuat The Three Lions harus puas dengan hasi limbang 1-1.

    Inggris menyambut duel lawan Amerika dengan dibayangi trauma kekalahan dalam pertemuan kedua tim di Piala Dunia 1950. Tapi, skuad Fabio Capello terlihat sangat percaya diri dan mendominasi pertandingan sejak awal.

    Mereka bahkan langsung unggul saat pertandingan baru memasuki menit ke-4 lewat gol kapten tim Steven Gerrard. Gol ini berawal dari kerja sama apik antara Wayne Rooney dan Emile Heskey yang kemudian menyodorkan bola kepada Gerrard dan gelandang Liverpool itu menaklukkan kiper Tim Howard dengan sontekan kaki kanannya.

    Keunggulan Inggris bertahan cukup lama sebelum kiper Robert Green melakukan blunder yang memungkinkan Amerika Serikat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Clint Dempsey di menit ke-40.

    Gol ini tercipta lantaran Green gagal menangkap bola tembakan jarak jauh Dempsey yang sebenarnya tak terlalu keras.

    Di babak kedua, Inggris tetap menekan dan mereka sempat mendapat sejumlah peluang bagus, tapi tak satu pun berbuah gol lantaran kecemerlangan Howard di bawah mistar Amerika.

    Di pihak lain, Green menebus kesalahan fatalnya dengan sebuah aksi penyelamatan gemilang di menit ke-63. Ia berhasil menepis tembakan jarak dekat Jozy Altidore sehingga bola membentur tiang gawang dan memantul keluar.

    Terlepas dari aksi gemilang Green pada momen tersebut, ia bakal tetap dihantui oleh blundernya yang membuat Inggris kehilangan peluang meraih kemenangan. Gelandang Liverpool ini lebih suka menyalahkan bola Jabulani yang memang telah mendapat banyak kritikan dari para kiper.

    Tapi, Gerrard menolak menyalahkan Green atas hasil imbang yang diraih Inggris. ''Itu salah satu dari hal-hal gila, saya pikir kita tak bisa mengkritik kiper lantaran kejadian itu. Semua orang telah mempermasalahkan bola ini dan itu terbukti,” kilah Gerrard.

    ''Rob akan belajar dari kejadian ini dan ia mungkin akan melakukan penyelamatan penting yang akan membawa kami meraih kemenangan suatu saat nanti. Kami semua mendukungnya. Kejadian itu sedikit mengejutkan dan butuh waktu bagi kami untuk melupakannya,'' tambah Gerrard.

    Gerrard juga berusaha elihat sisi positif dari hasil imbang dengan Amerika. ''Itu laga yang sulit. Yang terpenting di laga pembuka adalah tak menelan kekalahan. Target kami adalah meraih kemenangan, tapi sayang kami kebobolan oleh gol yang buruk dan kami tak bisa mendapatkan gol kemenangan. Target kami sekarang adalah merebut 7 poin.''

    Pada laga berikutnya, Inggris akan menghadapi Aljazair pada 18 Juni sebelum meladeni Slovenia pada 23 Juni. Sementara satu laga lainnya di Grup C antara Aljazair dan Slovenia akan digelar di Polokwane, Minggu (13/6).

    SUSUNAN PEMAIN

    INGGRIS: 12-Robert Green; 2-Glen Johnson, 20-Ledley King (18-Jamie Carragher 46), 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 7-Aaron Lennon, 4-Steven Gerrard, 8-Frank Lampard, 16-James Milner (17-Shaun Wright-Phillips 31); 21-Emile Heskey (9-Peter Crouch 79), 10-Wayne Rooney.

    AMERIKA SERIKAT: 1-Tim Howard; 6-Steve Cherundolo, 15-Jay DeMerit, 5-Oguchi Onyewu, 3-Carlos Bocanegra; 10-Landon Donovan, 4-Michael Bradley, 13-Ricardo Clark, 8-Clint Dempsey; 17-Jozy Altidore (11-Stuart Holden 86), 20-Robbie Findley (14-Edson Buddle 77).

    Wasit: Carlos Simon (Brasil)

    KLASEMEN GRUP A

    Amerika 1 0 1 0 1-1 1

    Inggris 1 0 1 0 1-1 1

    Aljazair 0 0 0 0 0-0 0

    Slovenia 0 0 0 0 0-0 0

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.