Panitia Pertimbangkan Larang Vuvuzela

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter meniupkan vuvuzelas sebelum pertandingan Uruguay vs Prancis di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat (11Juni, 2010). AP/Roberto Candia

    Suporter meniupkan vuvuzelas sebelum pertandingan Uruguay vs Prancis di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat (11Juni, 2010). AP/Roberto Candia

    TEMPO Interaktif , Johannesburg -Panitia Piala Dunia Afrika Selatan 2010 tengah memikirkan untuk melarang vuvuzela, terompet bernada tinggi, dibunyikan di dalam stadion. Ketua panitia Danny Jordaan memikirkan hal ini setelah mendapat protes dari para supoter dan stasiun televisi.

    Kencangnya suara Vuvuzela telah menenggelamkan atmosfir pertandingan sepak bola yang identik dengan nyanyian dan teriakan suporter. “Bila memang sangat menggangu, kami akan mengambil tindakan,” kata Jordaan.

    Kapten tim nasional Prancis Patrice Evra termasuk orang yang terganggu bunyi vuvuzela yang mirip suara ribuan lebah. “Gara-gara vuvuzela, kami tidak bisa tidur di malam hari. Bahkan orang-orang sudah mulai kemabali meniupkannya pukul 6 pagi.” kata pemain Manchester United ini.

    Jordaan mengakui banyak orang yang merasa terganggu bunyi vuvuzela yang memekakkan. “Kami akan membuat aturan dan membatasi,” katanya. Menurut dia, saat ini vuvuzela tidak boleh ditiup ketika lagu kebangsaan dinyanyikan dan ketika ada pengumuman.

    BBC I PG RIDHO

    ADVERTISEMENT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?