Pantai Gading Hadang Portugal, Ronaldo Mandul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristiano Ronaldo. AP Photo/Armando Franca

    Cristiano Ronaldo. AP Photo/Armando Franca

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Penampilan Portugal ternyata masih meragukan. Tim yang dijuluki Brasil-nya Eropa itu gagal menunjukkan permainan terbaiknya saat menghadapi Pantai Gading di Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, tadi malam. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dihadang Pantai Gading dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol.

    Pada babak pertama, laga kedua tim berlangsung ketat dan keras. Beberapa tekel berbahaya terjadi sehingga wasit sudah mengeluarkan tiga kartu kuning, termasuk untuk Ronaldo. Kapten Portugal itu membuat satu peluang di babak pertama ketika tendangannya dari jarak 30 meter membentur tiang gawang. Peluang terbaik Pantai Gading di babak ini diperoleh Cheick Tiote pada menit ke-17. Namun tendangannya juga masih melambung di atas gawang.

    Permainan mulai sedikit terbuka di awal babak kedua. Kedua tim mampu membongkar pertahanan lawan dan saling berbalas serangan. Akan tetapi pertahanan kedua tim yang rapat membuat para penyerang kesulitan menghasilkan peluang di pertengahan babak kedua. Pantai Gading nyaris membobol gawang Portugal melalui Didier Droga –yang tampil dengan gib di lengan tangannya-- dan Kader Keita di menit-menit akhir. Namun peluang kedua pemain itu juga gagal menghasilkan gol.

    Dalam pertandingan sebelumnya, Slovakia nyaris mencatat kemenangan bersejarah pada laga pertama mereka di Piala Dunia – di luar penampilan dalam bendera Cekoslovakia.

    Bertanding melawan Selandia Baru, Marek Hamsik dan kawan-kawan sudah unggul 1-0 hingga waktu normal habis. Tapi kemenangan yang sudah di depan mata itu lenyap ketika Selandia Baru menyamakan kedudukan pada masa injury time. Kedua tim akhirnya bermain imbang 1-1.

    Meski hanya meraih hasil seri, pelatih Selandia Baru, Ricki Herbert, menyambutnya bak meraih kemenangan. ”Aku kira seluruh negeri akan berada dalam semangat yang hebat malam ini. Kami masih menjaga mimpi kami. Kami masih punya kesempatan sebagaimana tim lain,” katanya.

    Pada pertandingan yang digelar di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg, itu, Slovakia mencetak gol lebih dahulu di menit ke-50. Berawal dari umpan silang Stanislav Sestak di sisi kanan, Robert Vittek berhasil menyundul bola yang langsung menembus gawang Selandia Baru. Dalam tayangan ulang televisi, posisi Vittek sebenarnya terlihat sudah offside. “Aku akan kecewa jika kalah setelah kemasukan gol dengan cara seperti itu,” komentar Herbert.

    Tertinggal satu gol, Selandia Baru berusaha menekan pertahanan Slovakia. Namun kondisi itu justru dimanfaatkan Slovakia yang berkali-kali melancarkan serangan balik dengan cepat. Dari sebuah serangan balik itu, Vittek nyaris menambah gol di menit ke-68 ketika tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Selandia Baru, Mark Paston. Namun tendangan Vittek berhasil diblok Paston.

    Usaha tak kenal lelah Selandia Baru akhirnya membuahkan hasil melalui gol yang dicetak pemain belakang Winston Reid. Pemain yang sewaktu junior membela tim nasional Denmark itu berhasil menyundul bola dari umpan silang Shane Smeltz beberapa detik sebelum pertandingan berakhir.

    Bagi Selandia Baru, hasil ini merupakan poin pertama yang mereka raih di Piala Dunia. Dalam debutnya di Piala Dunia 1982 di Spanyol, The All Whites –julukan Selandia Baru-- selalu kalah di tiga pertandingan babak grup.


    REUTERS|ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.