Swiss Izinkan Peniupan Vuvuzela Saat latihan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO Interaktif , Durban – Berbeda dengan kebanyakan tim Eropa yang alergi terhadap vuvuzela, pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, justru meminta para fans untuk meniup trompet khas Afrika Selatan itu dalam sesi latihan terbuka, Selasa (15/6).

    Kebijakan itu dibuat Hitzfeld untuk membiasakan para pemainnya dengan suara bising vuvuzela dalam laga pertama Grup H lawan Spanyol di Moses Mabhida Stadium, Rabu (16/6).

    Kebijakan Hitzfeld bertolak belakang dengan yang diterapkan pelatih Belanda, Bert van Marwijk, yang melarang para fans membawa vuvuzela saat menyaksikan sesi latihan tim Oranje.

    Sementara para pelatih lainnya, berusaha mencari solusi untuk memudahkan para pemain berkomunikasi di lapangan di tengah kebisingan vuvuzela seperti penggunaan bahasa isyarat.

    “Kami menggelar satu lagi sesi latihan terbuka karena kami tahu akan ada para fans yang datang membawa vuvuzela dan kami tahu kebisingan itu akan kami rasakan,” tutur Hitzfeld.

    “Akan menjadi lebih sulit berkomunikasi antar pemain. Kita harus berteriak lebih keras untuk berkomunikasi, tapi itu bagus buat para pemain untuk lebih siap menghadapi atmosfer yang akan mereka dapatkan saat bertanding,” tambah Hitzfeld.

    Vuvuzela telah menjadi isu kontriversial sejak pergelaran Piala Konfederasi di Afrika Selatan tahun lalu. Saat itu sejumlah pemain mengelkuh tak dapat berkomunikasi dengan sesama mereka di lapangan lantaran kebisingan yang ditimbulkan vuvuzela.

    Bek Swiss, Philippe Senderos, mengatakan kiprahnya di Premier League selama ini akan membantunya membiasakan diri dengan kebisingan vuvuzela.

    “Ada banyak kebisingan di dalam stadion, tapi stadion-stadion di Inggris juga sangat bising dan kami telah terbiasa dengan suasana itu,” aku Senderos.

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.