Afrika Selatan Vs Uruguay: Yakin Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Afrika Selatan menarikan tarian kemenangan usai membobol gawang Meksiko pada penyisihan grup A Piala Dunia di Soccer City di Johannesburg, Afrika Selatan (11/6). Skor pertama pada piala dunia 2010 ini dicetak Siphiwe Tshabalala (kanan ke-2). AP/Martin Meissner

    Para pemain Afrika Selatan menarikan tarian kemenangan usai membobol gawang Meksiko pada penyisihan grup A Piala Dunia di Soccer City di Johannesburg, Afrika Selatan (11/6). Skor pertama pada piala dunia 2010 ini dicetak Siphiwe Tshabalala (kanan ke-2). AP/Martin Meissner

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Siphiwe Tshabalala boleh jadi orang yang paling percaya diri di tim nasional Afrika Selatan saat ini. Penyerang 26 tahun itu menciptakan gol pertama di Piala Dunia 2010 dalam pertandingan pembuka melawan Meksiko Jumat pekan lalu.

    Meski pertandingan melawan Meksiko berakhir dengan skor 1-1, gol indah Siphiwe Tshabalala itu menjadi modal penting saat menghadapi Uruguay hari ini di Loftus Versfeld, Pretoria. "Ini semua soal kepercayaan diri, kerja keras dan keyakinan," kata Tshabalala.

    Afrika Selatan akan mati-matian untuk memenangi pertandingan melawan Uruguay. Tim berjulukan Bafana Bafana itu menghindari catatan buruk: menjadi penyelenggara Piala Dunia yang pertama kali tersingkir di babak awal. Apalagi, hari ini, tanggal 16 Juni adalah hari Pemuda, hari nasional bagi rakyat Afrika Selatan.

    Pada 16 Juni 1976, sebuah terjadi kerusuhan di Soweto, seluruh pemuda saat itu menentang kebijakan pendidikan yang diberlakukan pemerintahan aparhteid. "Hari besar bagi sejarah Afrika Selatan, seluruh pemain ingin mengalahkan Uruguay dan memberikan dua perayaan bagi rakyat Afrika Selatan," kata gelandang Steven Pienaar.

    Pienaar akan menjadi pemain kunci Afrika Selatan saat melawan Uruguay. Dalam laga sebelumnya, ia tampil kurang greget. Pemain Everton ini pun diganti di babak kedua. Dia mengaku kakinya kelelahan setelah menjalani satu musim penuh bersama Everton.

    ADVERTISEMENT

    "Musim yang berat di Inggris buat saya," kata Pienaar. "Tapi saya akan membalasnya dalam pertandingan melawan Uruguay."

    Bagi Bek Siboniso Gaxa memenangi laga dengan Uruguay suatu keharusan. "Sangat penting bila kami ingin lolos ke babak berikutnya, kami harus menekan sejak awal, dan kami akan melakukan yang terbaik," kata Gaxa.

    Hal serupa juga dikatakan bek tengah Bogani Khumalo. "Target kami lolos dari grup ini dan kami yakin bisa."

    Pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Parreira tidak akan mengubah timnya. Ia menyebut empat angka sudah cukup bagi timnya untuk lolos dari grup A. "Dan saya yakin para pemain lebih percaya diri dalam pertandingan berikutnya (melawan Uruguay)," kata pelatih yang membawa Brasil menjadi juara di Piala Dunia 1994.

    Uruguay punya ambisi yang sama. Tim berjulukan La Celeste ini menargetkan lolos dari grup A. Mereka pun harus menang setelah sebelumnya ditahan imbang oleh Prancis dengan skor 0-0.

    La Celeste akan tampil menggebrak dengan menurunkan tiga penyerang. Mereka adalah Diego Forlan, Luis Suarez dan Edinson Cavani, pemain yang telah mencetak 2 gol dalam 13 pertandingan bersama tim nasional dan mencetak 27 gol bagi Palermo, klub seri A Italia.

    Soal mencetak gol, Forlan tak kalah. Dalam dua musim terakhir di Atletico Madrid dia mencetak 56 gol di liga Spanyol. Tapi dari ketiga striker, Suarez yang paling subur, bersama Ajax Amsterdam pada musim 2009-1010, pemain 23 tahun ini mencetak 35 gol.

    Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez sudah mewanti-wanti Suarez. Ia diminta untuk menunjukkan kemampuannya itu di tim nasional seperti yang ia perlihatkan di Ajax. "Dalam pertandingan pertama dia belum tampil dengan kemampuan terbaikm tapi ia memiliki beberapa peluang," kata Tabarez. Meski masih tumpul, Tabarez memastikan Suarez tetap jadi andalan dan tidak akan diganti.

    Adapun Forlan, sebagai pemain senior, Uruguay juga bergantung kepadanya. Pemain 31 tahun ini diharapkan bisa menjadi penyerang lubang di antara Suarez dan Cavani. Ketika melawan Prancis, Forlan dikritik tampil kurang bagus. Namun, ia berusaha lepas dari tekanan itu. "Saya hanya berbuat yang terbaik bagi tim dan saya tidak menjanjikan gol," katanya.

    Bila ingin lolos dari grup A, Uruguay yang baru memiliki satu poin dan belum mencetak gol memang harus menang. La Celeste akan tampil menyerang sejak menit awal. "Pertarungan berikutnya membutuhkan dimensi baru, kami yakin tim akan semakin padu," ujarnya.

    Yang pasti, Nicolas Lodeiro akan absen melawan Afrika Selatan. Pemain gelandang itu diusir keluar setelah diganjar kartu merah dalam pertandingan melawan Prancis. Ia akan diganti Ignacio González.

    Pertemuan antara kedua tim ini merupakan pertemuan kedua. Pertemuan pertama terjadi di Johannesburg pada Desember 2007, keduanya bermain seri dengan skor kaca mata.

    REUTERS I AP I POERNOMO G RIDHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...