Landon Donovan: Kami Butuh 100 Persen Kemampuan Lawan Slovenia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landon Donovan. AP/Tim Hales

    Landon Donovan. AP/Tim Hales

    TEMPO Interaktif, Irene - Pendukung Amerika Serikat telah menantikan pertemuan dengan Inggris selama enam bulan. Dulu mereka bertanya-tanya apakah The Sam Army mampu menghentikan Wayne Rooney. Pada akhirnya Amerika Serikat bisa menahan Inggris 1-1.

    Kini, mereka telah melupakan Inggris. Slovenia telah menanti di pertandingan hari Jumat (18/6) nanti. "Tidak ada (pemain) yang cemerlang di kubu mereka (Slovenia),” kata penyerang Amerika Serikat, Landon Donovan. ”Tapi kami butuh 100 persen kemampuan untuk menghentikan pemain-pemain mereka atau kami akan berada dalam masalah. Secara keseluruhan mereka tim yang sangat bagus."

    Bek Amerika Serikat, Jay DeMerit, menambahkan bahwa Slovenia merupakan tim yang mengandalkan kolektivitas. “Sebuh tim dengan sekumpulan individu yang berkemauan untuk bekerja sama satu sama lain. Sebuah tim kolektif,” katanya. “Kami telah mendapat gambaran dari tipe tim seperti itu sebelumnya, dan kami sebagai tim tahu sejauh mana hal itu bisa menyusahkanmu.”

    Slovenia memang telah membuktikan diri bukan tim kacangan. Mereka mengalahkan Aljazair 1-0 yang menjadi kemenangan pertama mereka di Piala Dunia, setelah tahun 2002 di Jepang dan Korea Selatan mereka tak pernah menang, bahkan mencetak gol. “Secara mental kami harus lebih siap, sebab ketika kami bertarung dalam pertandingan seperti itu, secara mental hal paling berat adalah untuk bisa terus berjuang sepanjang 90 menit,” lanjut DeMerit.

    Slovenia kini memimpin Grup C dengan nilai tiga. Amerika Serikat bersama Inggris baru meraih nilai satu. Jika Amerika kalah, mereka harus siap-siap angkat koper dari Afrika Selatan. “Jika kami kalah kami akan tersingkir dari turnamen ini. Itulah situasi yang sebenarnya,” kata Donovan.

    AP | ARIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.